Minggu, 29 Desember 2013

Etika Bisnis, Sukses

Sukses tidak ada hubungan dengan menjadi kaya raya, sukses itu tidak serumit/serahasia seperti kata kiyosaki/tung desem waringin/the secret, sukses itu tidak perlu dikejar,SUKSES adalah ANDA! karena kesuksesan terbesar ada pada diri Anda sendiri...

Anda sebenarnya tidak membeli suatu barang dengan uang Uang hanyalah alat tukar, Anda sebenarnya membeli rumah dari waktu Anda. Ya, Anda mungkin harus kerja siang malam utk bayar KPR selama 15 tahun atau beli mobil/motor kredit selama 3 tahun. Itu semua sebenarnya Anda dapatkan dari membarter waktu Anda, Anda menjual waktu Anda dari pagi hingga malam kepada penawar tertinggi untuk mendapatkan uang supaya bisa beli makanan, pulsa telepon dll. Aset terbesar Anda bukanlah rumah/mobil Anda, tapi diri Anda sendiri, Itu sebabnya mengapa orang pintar bisa digaji puluhan kali lipat dari orang bodoh... Semakin berharga diri Anda, semakin mahal orang mau membeli waktu Anda... Itu sebabnya kenapa harga 2 jam-nya Kiyosaki bicara ngalor ngidul di seminar bisa dibayar 200 juta atau harga 2 jam seminar Pak Tung bisa mencapai 100 juta!!! Itu sebabnya kenapa Nike berani membayar Tiger Woods & Michael Jordan sebesar 200 juta dollar, hanya untuk memakai produk Nike. Suatu produk bermerk menjadi mahal/berharga bukan karena merk-nya, tapi karena produk tsb dipakai oleh siapa.... Itu sebabnya bola basket bekas dipakai Michael Jordan diperebutkan, bisa terjual 80 juta dollar, sedangkan bola basket bekas dengan merk sama, bila kita jual harganya justru malah turun...

Hidup ini kok lucu, kita seperti mengejar fatamorgana, bila dilihat dari jauh, mungkin kita melihat air/emas di kejauhan, namun ketika kita kejar dng segenap tenaga kita & akhirnya kita sampai, yang kita lihat yah cuman pantulan sinar matahari/corn flakes saja.

Lucu bila setelah Anda membaca tulisan di atas Namun Anda masih mengejar fatamorgana tsb ketimbang menghabiskan waktu Anda yg sangat berharga bersama dengan orangtua yg begitu mencintai Anda, memeluk hangat suami / istri / kekasih Anda, mengatakan "I love you" kepada org2 yang anda cintai: orang tua, istri, suami, anak, sahabat2 Anda. Lakukanlah ini selagi Anda masih punya waktu, selagi Anda masih sempat, Anda tidak pernah tahu kapan Anda akan meninggal, mungkin besok pagi, mungkin nanti malam, LIFE is so SHORT.

Luangkan lebih banyak waktu untuk melakukan hobi Anda, entah itu bermain bola, memancing, menonton bioskop, minum kopi, makan makanan favorit Anda, berkebun, bermain catur, atau berkaraoke.. .

Enjoy Your Life!!

Etika Bisnis

Pengertian Norma
Norma adalah sebuah aturan, patokan atau ukuran, taitu sesuatu yang bersifat pasti dan tidak berubah. Dengan adanya norma kita dapat memperbandingkan sesuatu hal lain yang hakikatnya, ukurannya, serta kualitasnya kita ragukan. Norma berguna untuk menilai baik-buruknya tindakan masyarakat sehari-hari.
Macam – Macam Norma
Ada bermacam-macam norma yang berlaku di masyarakat. Macam-macam norma yang telah dikenal uas ada empat, yaitu:
1.      Norma Agama Ialah peraturan hidup yang harus diterima manusia sebagai perintah-perintah, larangan-larangan dan ajaran-ajaran yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Pelanggaran terhadap norma ini akan mendapat hukuman dari Tuhan Yang Maha Esa berupa “siksa” kelak di akhirat.
Contoh norma agama ini diantaranya ialah:

a) “Kamu dilarang membunuh”.
b) “Kamu dilarang mencuri”.
c) “Kamu harus patuh kepada orang tua”.
d) “Kamu harus beribadah”.
e) “Kamu jangan menipu”.
2.      Norma Kesusilaan Ialah peraturan hidup yang berasal dari suara hati sanubari manusia. Pelanggaran norma kesusilaan ialah pelanggaran perasaan yang berakibat penyesalan. Norma kesusilaan bersifat umum dan universal, dapat diterima oleh seluruh umat manusia.
Contoh norma ini diantaranya ialah :
a)      “Kamu tidak boleh mencuri milik orang lain”.
b)      “Kamu harus berlaku jujur”.
c)      “Kamu harus berbuat baik terhadap sesama manusia”.
d)      “Kamu dilarang membunuh sesama manusia”.
3.  Norma Kesopanan Ialah norma yang timbul dan diadakan oleh masyarakat itu sendiri untuk mengatur pergaulan sehingga masing-masing anggota masyarakat saling hormat menghormati. Akibat dari pelanggaran terhadap norma ini ialah dicela sesamanya, karena sumber norma ini adalah keyakinan masyarakat yang bersangkutan itu sendiri.
Hakikat norma kesopanan adalah kepantasan, kepatutan, atau kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Norma kesopanan sering disebut sopan santun, tata krama atau adat istiadat. Norma kesopanan tidak berlaku bagi seluruh masyarakat dunia, melainkan bersifat khusus dan setempat (regional) dan hanya berlaku bagi segolongan masyarakat tertentu saja. Apa yang dianggap sopan bagi segolongan masyarakat, mungkin bagi masyarakat lain tidak demikian.
Contoh norma ini diantaranya ialah :
a)   “Berilah tempat terlebih dahulu kepada wanita di dalam kereta api, bus dan lain -lain, terutama wanita yang tua, hamil atau membawa bayi”.
b)   “Jangan makan sambil berbicara”.
c)   “Janganlah meludah di lantai atau di sembarang tempat” dan.
d)   “Orang muda harus menghormati orang yang lebih tua”.
Kebiasaan merupakan norma yang keberadaannya dalam masyarakat diterima sebagai aturan yang mengikat walaupun tidak ditetapkan oleh pemerintah. Kebiasaan adalah tingkah laku dalam masyarakat yang dilakukan berulang-ulang mengenai sesuatu hal yang sama, yang dianggap sebagai aturan hidup . Kebiasaan dalam masyarakat sering disamakan dengan adat istiadat. Adat istiadat adalah kebiasaan-kebiasaan sosial yang sejak lama ada dalam masyarakat dengan maksud mengatur tata tertib. Ada pula yang menganggap adat istiadat sebagai peraturan sopan santun yang turun temurun Pada umumnya adat istiadat merupakan tradisi. Adat bersumber pada sesuatu yang suci (sakral) dan berhubungan dengan tradisi rakyat yang telah turun temurun, sedangkan kebiasaan tidak merupakan tradisi rakyat.
4.    Norma Hukum Ialah peraturan-peraturan yang timbul dan dibuat oleh lembaga kekuasaan negara. Isinya mengikat setiap orang dan pelaksanaanya dapat dipertahankan dengan segala paksaan oleh alat-alat negara, sumbernya bisa berupa peraturan perundangundangan, yurisprudensi, kebiasaan, doktrin, dan agama.
Keistimewaan norma hukum terletak pada sifatnya yang memaksa, sanksinya berupa ancaman hukuman. Penataan dan sanksi terhadap pelanggaran peraturan-peraturan hukum bersifat heteronom, artinya dapat dipaksakan oleh kekuasaan dari luar,
yaitu kekuasaan negara. Contoh norma ini diantaranya ialah :

  • “Barang siapa dengan sengaja menghilangkan jiwa/ nyawa orang lain, dihukum karena membunuh dengan hukuman setingi-tingginya 15 tahun”
  • “Orang yang ingkar janji suatu perikatan yang telah diadakan, diwajibkan mengganti kerugian”, misalnya jual beli.
  • “Dilarang mengganggu ketertiban umum”. Hukum biasanya dituangkan dalam bentuk peraturan yang tertulis, atau disebut juga perundang-undangan.
Perundang-undangan baik yang sifatnya nasional maupun peraturan daerah dibuat oleh lembaga formal yang diberi kewenangan untuk membuatnys. Oleh karena itu,norma hukum sangat mengikat bagi warga negara.
Pengertian Etika
Etika adalah suatu ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral tertentu atau bagaimana kita harus mengambil sikap yang bertanggung jawab berhadapan dengan pelbagai ajaran moral. (Suseno, 1987).
Macam-macam Etika
Secara umum etika dibagi menjadi 2 yaitu :
a.  ETIKA UMUM, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat di analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teori teori.
b.     ETIKA KHUSUS, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud :
Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Namun, penerapan itu dapat juga berwujud :
Bagaimana saya menilai perilaku saya dan orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis :
Cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan atau tidanakn, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya.
Prinsip-prinsip Etika
  1. Prinsip Otonomi ; yaitu sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan.
  2. Prinsip Kejujuran ; terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secara jelas bahwa bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran. Pertama, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan.
  3. Prinsip Keadilan ; menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai criteria yang rasional obyektif, serta dapat dipertanggung jawabkan.
  4. Prinsip Saling Menguntungkan (Mutual Benefit Principle) ; menuntut agar bisnis dijalankan sedemikian rupa sehingga menguntungkan semua pihak.
  5. Prinsip Integritas Moral ; terutama dihayati sebagai tuntutan internal dalam diri pelaku bisnis atau perusahaan, agar perlu menjalankan bisnis dengan tetap menjaga nama baik pimpinan atau orang-orangnya maupun perusahaannya.
Pengertian Stakeholder
Stakeholder adalah kelompok atau individu yang dukungannya diperlukan demi kesejahteraan dan kelangsungan hidup organisasi. Stakeholders menurut Chariri dan Ghazali (2007, h.32) mengatakan bahwa perusahaan bukanlah entitas yang hanya beroperasi untuk kepentingannya sendiri namun harus memberikan manfaat bagi stakeholders-nya (shareholders, kreditor, konsumen, supplier, pemerintah, masyarakat, analis dan pihak lain)
Pembagian Stakeholders
Kasali dalam Wibisono (2007, hal. 90) membagi stakeholders menjadi sebagai berikut:
a.       Stakeholders Internal dan stakeholders eksternal.
Stakeholders internal adalah stakeholders yang berada di dalam lingkungan organisasi. Misalnya karyawan, manajer dan pemegang saham (shareholder). Sedangkan stakeholders eksternal adalah stakeholders yang berada di luar lingkungan organisasi, seperti penyalur atau pemasok, konsumen atau pelanggan, masyarakat, pemerintah, pers, kelompok social responsible investor, licensing partner dan lain-lain.
b.      Stakeholders primer, sekunder dan marjinal. 
Tidak semua elemen dalam stakeholders perlu diperhatikan. Perusahaan perlu menyusun skala prioritas. Stakeholders yang paling penting disebut stakeholders primer, stakeholders yang kurang penting disebut stakeholders sekunder dan yang biasa diabaikan disebut stakeholders marjinal. Urutan prioritas ini berbeda bagi setiap perusahaan meskipun produk atau jasanya sama. Urutan ini juga bisa berubah dari waktu ke waktu.
c.       Stakeholders tradisional dan stakeholders masa depan. Karyawan dan konsumen dapat disebut sebagai stakeholders tradisional, karena saat ini sudah berhubungan dengan organisasi. Sedangkan stakeholders masa depan adalah stakeholders pada masa yang akan datang diperkirakan akan memberikan pengaruhnya pada organisasi seperti mahasiswa, peneliti dan konsumen potensial.
d.      Proponents, opponents, dan uncommitted.
Diantara stakeholders ada kelompok yang memihak organisasi (proponents), menentang organisasi (opponents) dan ada yang tidak peduli atau abai (uncommitted). Organisasi perlu mengenal stakeholders yang berbeda-beda ini agar dapat melihat permasalahan, menyusun rencana dan strategi untuk melakukan tindakan yang proposional.
e.       Silent majority dan vokal minority.
Dilihat dari aktivitas stakeholders dalam melakukan komplain atau mendukung perusahaan, tentu ada yang menyatakan pertentangan atau dukungannya secara vokal (aktif) namun ada pula yang menyatakan secara silent (pasif).
Kriteria dan Prinsip Etika Utilitarianisme
Dalam kerangka etika utilitarianisme dapat dirumuskan 3 kriteria objektif sekaligus norma untuk menilai suatu kebijaksanaan atau tindakan.
a.  Kriteria pertama adalah manfaat, yaitu nahwa kebijaksanaan atau tindakan itu mendatangkan manfaat atau kegunaan tertentu. Jadi, kebijaksanaan atau tindakan yang baik adalah yang menghasilkan hal yang baik. Sebaliknya, kebijaksaaan atau tindakan yang tidak baik adalah yang mendatangkan kerugian tertentu. 
b.    Kriteria kedua adalah manfaat terbesar, yaitu bahea kebijaksanaan atau tindakan itu mendatangkan manfaat terbesar (atau dalam situasi tertentu lebih besar) dibandingkan dengan kebijaksanaan atau tindakan alternatif lainnya. Kalau yang dipertimbangkan adalah soal akibat baik dan akibat buruk dari  suatu kebijaksanaan atau tindaka, maka suatu kebijaksanaan atau tindakan dinilai baik secara moral kalau mendatangkan lebih banyak manfaat dibandingkan dengan kerugian. Atau dalam situasi tertentu ketika kerugian tidak bisa dihindari, dapat dikatakan bahwa tindakan yang baik adalah tindakan yang menimbulkan kerugian terkecil (termasuk bila dibandingkan dengan kerugian yang ditimbulkan oleh kebijaksanaan atau tindakan alternatif). 
c.    Kriteria ketiga berupa manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang. Jadi, suatu kebijaksaan atau tindakan dinilai baik secara moral kalau tidak hanya mendatangkan manfaat terbesar, melainkan kalau mendatangkan manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang. Sebaliknya, kalau ternyata suatu kebijaksanaan atau tindakan tidak bisa mengelak dari kerugian, maka kebijaksanaan atau tindakan itu dinilai baik kalau membawa kerugian yang  sekecil mungkin bagi sesedikit mungkin orang. 
Kelebihan Utilitarianisme
  •  Dalam menjalankan suatu bisnis faktor – faktor yang harus dilihat pertama kali adalah pelaku bisnis haruslah rasionalitas agar bisnis yang dijalankan tidak menimbulkan suatu masalah yang besar.
  • Utilitarianisme sangat menghargai kebebasan setiap perilaku moral. Ketiga, nilai positif yang terkandung dalam etika utilitarianisme bersifat menyuluruh (universal) dan berlaku oleh siapa pun, kapan pun, dan dimana pun pelku bisnis itu berada.
Kelemahan Utilitarianisme
  • Manfaat merupakan konsep yang begitu luas sehingga dalam kenyataan praktis akan menimbulkan kesulitan yang tidak sedikit. 
  •  Etika utilitarianisme tidak pernah menganggap serius nilai suatu tindakan pada dirinya sendiri dan hanya memperhatikan niali suatu tindakan sejauh berkaitan dengan akibatnya.
  • Etika utilitarianisme tidak pernah menganggap serius kemauan baik seseorang
  • Variable yang dinilai tidak semuanya dapat dikualifikasi.
  • Seandainya ketiga criteria dari etika utilitarianisme saling bertentangan, maka akan ada kesulitan dalam menentukan prioritas di antara ketiganya.
  • Etika utilitarianisme membenarkan hak kelompok minoritas tertentu dikorbankan demi kepentingan mayoritas.
Syarat Bagi Tanggung Jawab Moral
  1. Pertama, tanggung jawab mengandaikan bahwa suatu tindakan dilakukan dengan sadar dan tahu. Tanggung jawab hanya bisa dituntut dari seseorang kalau ia bertindak dengan sadar dan tahu akan tindakannya itu serta konsekwensi dari tindakannya. Hanya kalau seseorang bertindak dengan sadar dan tahu, baru relevan bagi kita untuk menuntut tanggung jawab dan pertanggungjawaban moral atas tindakannya itu.
  2. Kedua, tanggung jawab juga mengandalkan adanya kebebasan pada tempat pertama. Artinya, tanggung jawab hanya mungkin relevan dan dituntut dari seseorang atas tindakannya, jika tindakannya itu dilakukannya secara bebas. Jadi, jika seseorang terpaksa atau dipaksa melakukan suatu tindakan, secara moral ia tidak bisa dituntut bertanggung jawab atas tindakan itu. Hanya orang yang bebas dalam melakukan sesuatu bisa bertanggung jawab atas tindakannya.
  3. Ketiga, tanggung jawab juga mensyaratkan bahwa orang yang melakukan tindakan tertentu memang mau melakukan tindakan itu. Ia sendiri mau dan bersedia melakukan tindakan itu.
  
Status Perusahaan
  • Pandangan legal-creator, yang melihat perusahaan sebagai sepenuhnya ciptaan hukum, dan karena itu hanya berdasarkan hukum,
  • Pandangan legal-recognition, yang tidak memusatkan perhatian pada status legal perusahaan melainkan pada perusahaan sebagai suatu usaha bebas dan produktif.
  
Argumen yang Menentang Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan
 
  • Tujuan utama bisnis adalah mengejar keuntungan sebesar-besarnya. Argumen paling keras yang menentang keterlibatan perusahaan dalam berbagai kegiatan sosial sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan adalah paham dasar bahwa tujuan utama, bahkan satu-satunya, dari kegiatan bisnis adalah mengejar keuntungan sebesar-besarnya.
  • Tujuan yang terbagi-bagi dan harapan yang membingungkan Bahwa keterlibatan sosial sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan akan menimbulkan minat dan perhatian yang bermacam-macam, yang pada akhirnya akan mengalihkan, bahkan mengacaukan perhatian para pimpinan perusahaan. Asumsinya, keberhasilan perusahaan dalam bisnis modern penuh persaingan yang ketat sangat ditentukan oleh konsentrasi seluruh perusahaan, yang ditentukan oleh konsentrasi pimpinan perusahaan, pada core business-nya
  • Biaya keterlibatan sosial Keterlibatan sosial sebagai wujud dari tanggung jawab sosial perusahaan malah dianggap memberatkan masyarakat. Alasannya, biaya yang digunakan untuk keterlibatan sosial perusahaan itu byukan biaya yang disediakan oleh perusahaan itu, melainkan merupakan biaya yang telah diperhitungkan sebagai salah satu komponen dalam harga barang dan jasa yang ditawarkan dalam pasar.
  • Kurangnya tenaga terampil di bidang kegiatan sosial Argumen ini menegaskan kembali mitos bisnis amoral yang telah kita lihat di depan. Dengan argumen ini dikatakan bahwa para pemimpin perusahaan tidak professional dalam membuat pilihan dan keputusan moral. Asumsinya, keterlibatan perusahaan dalam berbagai kegiatan sosial adalah kegiatan yang lebih bernuansa moral, karitatif dan sosial.
Argumen yang Mendukung Perlunya Keterlibatan Sosial Perusahaan
a.   Kebutuhan dan harapan masyarakat yang semakin berubah Setiap kegiatan bisnis dimaksudkan untuk mendatangkan keuntungan. Ini tidak bisa disangkal. Namun dalam masyarakat yang semakin berubah, kebutuhan dan harapan masyarakat terhadap bisnis pun ikut berubah. Karena itu, untuk bisa bertahan dan berhasil dalam persaingan bisnis modern yang ketat ini, para pelaku bisnis semakin menyadari bahwaa mereka tidak bisa begitu saja hanya memusatkan perhatian pada upaya mendatngkan keuntungan sebesar-besarnya.
b.    Terbatasnya sumber daya alam Argumen ini didasarkan pada kenyataan bahwa bumi kita ini mempunyai sumber daya alam yang terbatas. Bisnis justru berlangsung dalam kenyataan ini, dengan berupaya memanfaatkan secara bertanggung jawab dan bijaksana sumber daya yang terbatas itu demi memenuhi kebutuhan manusia. Maka, bisnis diharapkan untuk tidak hanya mengeksploitasi sumber daya alam yang terbatas itu demi keuntungan ekonomis, melainkan juga ikut melakukan kegiatan sosial tertentu yang terutama bertujuan untuk memelihara sumber daya alam.
c.  Lingkungan sosial yang lebih baik Bisnis berlangsung dalam suatu lingkungan sosial yang mendukung kelangsungan dan keberhasilan bisnis itu untuk masa yang panjang. Ini punya implikasi etis bahwa bisnis mempunyai kewajiban dan tanggung jawab moral dan sosial untuk memperbaiki lingkungan sosialnya kea rah yang lebih baik.
d.   Pertimbangan tanggung jawab dan kekuasaan Keterlibatan sosial khususnya, maupun tanggung jawab sosial perusahaan secara keseluruhan, juga dilihat sebagai suatu pengimbang bagi kekuasaan bisnis modern yang semakin raksasa dewasa ini. Alasannya, bisnis mempunyai kekuasaan sosial yang sangat besar.
e.       Bisnis mempunyai sumber-sumber daya yang berguna
Argumen ini akan mengatakan bahwa bisnis atau perusahaan sesungguhnya mempunyai sumber daya yang sangat potensial dan berguna bagi masyarakat. Perusahaan tidak hanya punya dana, melainkan juga tenaga professional dalam segala bidang yang dapat dimanfaatkan atau dapat disumbangkan bagi kepentingan kemajuan masyarakat .
f.   Keuntungan jangka panjang Argumen ini akan menunjukkan bahwa bagi perusahaan, tanggung jawab sosial secara keseluruhan, termasuk keterlibatan perusahaan dalam berbagai kegiatan sosial merupakan suatu nilai yang sangat positif bagi perkembangan dan kelangsungan pengusaha itu dalam jangka panjang.

.
Paham Tradisional dalam bisnis
a. Keadilan Legal
Menyangkut hubungan antara individu atau kelompok masyarakat dengan negara. Intinya adalah semua orang atau kelompok masyarakat diperlakukan secara sama oleh negara di hadapan hukum.
b. Keadilan Komutatif
Mengatur hubungan yang adil atau fair antara orang yang satu dengan yang lain atau warga negara satu dengan warga negara lainnya. Menuntut agar dalam interaksi sosial antara warga satu dengan yang lainnya tidak boleh ada pihak yang dirugikan hak dan kepentingannya. Jika diterapkan dalam bisnis, berarti relasi bisnis dagang harus terjalin dlm hubungan yang setara dan seimbang antara pihak yang satu dengan lainnya.
c. Keadilan Distributif
Keadilan distributif (keadilan ekonomi) adalah distribusi ekonomi yang merata atau yang dianggap merata bagi semua warga negara. Menyangkut pembagian kekayaan ekonomi atau hasil-hasil pembangunan. Keadilan distributif juga berkaitan dengan prinsip perlakuan yang sama sesuai dengan aturan dan ketentuan dalam perusahaan yang juga adil dan baik.
Macam-Macam Hak Pekerja
  • Hak atas Pekerjaan
Hak atas pekerjaan merupakan suatu hak asasi manusia. Karena, pertama, sebagaimana dikatakan John Locke, kerja melekat pada tubuh manusia. Kerja adalah aktivitas tubuh dan karena itu tidak bisa dilepaskanatau dipikirkan lepas dari tubuh manusia. Kedua, kerja merupakan perwujudan diri manusia. Ketiga,hak atas kerja juga merupakan salah satu hak asasi manusia karena kerja berkaitan dengan hak atas hidup, bahkan hak atas hidup yang layak.
  • Hak atas Upah yang Adil
Dengan hak atas upah yang adil sesungguhnya mau ditegaskan tiga hal. Pertama bahwa setiap pekerja berhak mendapatkan upah. Artinya, setiap pekerja berhak utntuk dibayar. Kedua, setiap orang tidak hanya berhak memperoleh upah yang adil, yaitu upah yang sebanding dengan tenaga yang telah disumbangkannya. Hal ketiga yang mau ditegaskan dengan hak atas upah yang adil adalah bahwa pada prinsipnya tidak boleh ada perlakuan yang berbeda atau diskriminatif dalam soal pemberian upah kepada semua karyawan.
  • Hak untuk Berserikat dan Berkumpul
Ada dua dasar moral yang penting dari hak untuk berserikat dan berkumpul. Pertama, ini merupakan salah satu wujud utama dari hak atas kebebasan yang merupakan salah satu hak asasi manusia. Kedua, sebagaimana telah dikatakan di atas, dengan hak untuk berserikat dan berkumpul, pekerja dapat bersama-sama secara kompak memperjuangkan hak mereka yang lain, khususnya hak atas upah yang adil.
  • Hak atas Perlindungan Keamanan dan Kesehatan
Pertama, setiap pekerja berhak mendapatkan perlindungan atas keamanan, keselamatan dan kesehatan melalui program jaminan atau asuransi keamanan dan kesehatan yang diadakan perusahaan itu. Kedua, setiap pekerja berhak mengetahui kemungkinana risiko yang akan dihadapinya dalam menjalankan pekerjaannya dalam bidang tertentu dalam perusahaan tersebut. Ketiga, setiap pekerja bebas untuk memilih dan menerima pekerjaan dengan risiko yang sudah diketahuinya itu atau sebaliknya menolaknya. Jika ketiga hal ini bisa dipenuhi, suatu perusahaan sudah dianggap menjamin cara memadai hak pekerja atas perlindungan keselamatan, keamanan dan kesehatan kerja.
  • Hak untuk Diproses Hukum secara Sah
Hak ini terutama berlaku ketika seseorang pekerja dituduh dan diancam dengan hukuman tertentu karena diduga melakukan pelanggaran atau kesalahan tertentu. Jadi, dia harus didengar pertimbangannya, alasannya, alibinya, saksi yang mungkin bisa dihadapkannya, atau kalau dia bersalah dia harus diberi kesempatan untuk mengaku secara jujur dan meminta maaf.
  • Hak untuk Diperlakukan secara Sama
Dengan hak ini mau ditegaskan bahwa semua pekerja, pada prinsipnya harus diperlakukan secara sama, secara fair. Artinya, tidak boleh ada diskriminasi dalam perusahaan entah berdasarkan warna kulit, jenis kelamin, etnis, agama dan semacamnya, baik dalam sikap dan perlakuan, gaji maupun peluang untuk jabatan, pelayihan atau pendidkan lebih lanjut.
  • Hak atas Rahasia Pribadi
Umumnya yang dianggap sebagai rahasia pribadi dank arena itu tidak perlu diketahui dan dicampuri oleh perusahaan adalah persoalan yang menyangkut keyakinan religious, afiliasi dan haluan politik, urusan keluarga, serta urusan social lainnya.
  • Hak atas Kebebasan suara Hati
Hak ini menuntut agar setiap pekerja harus dihargai kesadaran moralnya. Konkretnya, pekerja tidak boleh dipaksa untuk melakukan tindakan tertentu yang dianggapnya tidak baik : melakukan korupsi, menggelapkan uang perusahaan, menurunkan standar atau ramuan produk tertentu demi memperbesar keuntungan, menutup-nutupi kecurangan perusahaan atau atasan.
Pengertian Whistle Blowing 
Whistle blowing adalah tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang karyawan untuk membocorkan kecurangan entah yang dilakukan oleh perusahaan atau atasannya kepada pihak lain. Pihak yang dilapori itu bisa saja atasan yang lebih tinggi atau masyarakat luas.
Macam-macam Whistle Blowing 
  • Whistle blowing internal
Hal ini terjadi ketika seorang atau beberapa orang karyawan tahu mengenai kecurangan yang dilakukan oleh karyawan lain atau kepala bagiannya kemudian melaporkan kecurangan itu kepada pimpinan perusahaan yang lebih tinggi.
Motivasi utama dari whistle blowing adalah motivasi moral: demi mencegah kerugian bagi perusahaan tersebut
Motivasi moral ada dua macam motivasi moral baik dan motivasi moral buruk.
  •  Whistle blowing eksternal
Menyangkut kasus dimana seorang pekerja mengetahui kecurangan yang dilakukan perusahaannnya lalu membocorkannya kepada masyarakat karena dia tahu bahwa kecurangan itu akan merugikan masyarakat.
Misalnya; manipulasi kadar bahan mentah dalam formula sebuah produk.
Motivasi utamanya adalah mencegah kerugian bagi masyarakat atau konsumen.
Kontrak dianggap baik dan adil apabila
a.  Kedua belah pihak mengetahui sepenuhnya hakikat dan kondisi persetujuan yang mereka sepakat
b.     Tidak ada pihak yang memalsukan fakta tentang kondisi dan syarat-syarat kontrak
c.      Tidak ada pemaksaan
d.     Tidak mengikat untuk tindakan yang bertentangan dengan moralitas
 Kewajiban Produsen
•      Memenuhi ketentuan yang melekat pada produk
•      Menyingkapkan semua informasi
•      Tidak mengatakan yang tidak benar tentang produk yang diwarkan
Pertimbangan Gerakan Konsumen
•      Produk yang semakin banyak dan rumit
•      Terspesialisasinya jenis jasa
•      Pengaruh iklan terhadap kehidupan konsumen
•      Keamanan produk yang tidak diperhatikan
•      Posisi konsumen yang lemah
Fungsi Iklan
Fungsi iklan dapat dibagi menjadi 2 (dua), yaitu berfungsi memberi informasi, dan membentuk opini (pendapat umum).
  • Iklan berfungsi sebagai pemberi informasi. Pada fungsi ini iklan merupakan media untuk menyampaikan informasi yang sebenarnya kepada masyarakat tentang produk yang akan atau sedang ditawarkan di pasar. Pada fungsi ini iklan membeberkan dan menggambarkan seluruh kenyataan serinci mungkin tentang suatu produk. Tujuannya agar calon konsumen dapat mengetahui dengan baik produk itu, sehingga akirnya memutuskan untuk membeli produk tersebut.  
  •   Iklan berfungsi sebagai pembentuk opini (pendapat) umum. Pada fungsi ini iklan mirip dengan fungsi propaganda politik yang berupaya mempengaruhi massa pemilih. Dengan kata lain,iklan berfungsi menarik dan mempengaruhi calon konsumen untk membeli produk yang diiklankan. Caranya dengan menampilkan model iklan yang persuasif, manipulatif, tendensus dengan maksud menggiring konsumen untuk membeli produk. Secara etis, iklan manipulatif jelas dilarang, karena memanipulasi manusia dan merugikan pihak lain.
Sumber-sumber :
http://pustakamanajemen.wordpress.com/2012/04/19/prinsip-prinsip-etika-bisnis/
http://panutan.com/definisi-norma-dan-macam-macam-norma.html
http://www.rahmatullah.net/2012/01/stakeholders-dalam-csr.html
http://ennoasriani.wordpress.com/2012/10/22/etika-utilitarianisme-dalam-bisnis-tulisan-2-softskill-etika-bisnis/
http://rinaeka12.blogspot.com/2009/10/bab-vi-tanggung-jawab-sosial-perusahaan.html
http://afiarini.wordpress.com/2010/12/17/keadilan-dalam-bisnis/
http://tazmaniabenz.wordpress.com/2009/12/17/hak-pekerja-4/
http://rizkyokta.wordpress.com/2012/01/04/tugas-etika-bisnis-softskill/

Selasa, 18 Juni 2013

membahas teka teki einstein

Ada 5 buah rumah yang masing-masing memiliki warna berbeda. Setiap rumah dihuni satu orang pria dengan kebangsaan yang berbeda-beda. Setiap penghuni menyukai satu jenis minuman tertentu, merokok satu merk rokok tertentu dan memelihara satu jenis hewan tertentu. Tidak ada satupun dari kelima orang tersebut yang minum minuman yang sama, merokok merk rokok yang sama dan memelihara hewan yang sama seperti penghuni yang lain.
Orang Inggris tinggal di dalam rumah berwarna merah.
Orang Swedia memelihara anjing.
Orang Denmark senang minum teh.
Rumah berwarna hijau terletak tepat di sebelah kiri rumah berwarna putih.
Penghuni rumah berwarna hijau senang minum kopi.
Orang yang merokok PallMall memelihara burung.
Penghuni rumah yang terletak di tengah-tengah senang minum susu.
Penghuni rumah berwarna kuning merokok Dunhill.
Orang Norwegia tinggal di rumah paling pertama.
Orang yang merokok Marlboro tinggal di sebelah orang yang memelihara kucing.
Orang yang memelihara kuda tinggal di sebelah orang yang merokok Dunhill.
Orang yang merokok Winfield senang minum bir.
Di sebelah rumah berwarna biru tinggal orang Norwegia.
Orang Jerman merokok Rothmans.
Orang yang merokok Marlboro bertetangga dengan orang yang minum air.
Siapakah yang memelihara ikan ???”
Jawabannya bisa jadi:
(1) Kuning, Norwegia, Air, Dunhill, Kucing
(2) Biru, Denmark, Teh, Marlboro, Kuda
(3) Merah, Inggris, Susu, Palmall, Burung
(4) Hijau, Jerman, Kopi, Rothmans, …….?????
(5) Putih, Swedia, Bir, Winfield, Anjing
Jadi orang Jerman yang memelihara ikan?
Kalau misalnya melihat asal muasal Einstein yang identik dengan Jerman, bolehlah jawabannya tentu saja Jerman. Tetapi ada sedikit yang janggal di sini. Apakah orang Inggris yang minum susu itu terbiasa memberikan minum burungnya dengan susu atau justru kucing si orang Norwegia yang suka susu?
Tetapi kucing itu sayangnya tinggal dengan orang Norwegia menurut jawaban di atas. Atau jika kita kembali kepada pertanyaannya siapa yang memelihara ikan? Maka bisa jadi yang memelihara ikan adalah yang persediaan air cukup banyak.
Bukankah kopi juga air? Benar, kopi juga bisa dibilang air kopi. Namun jawaban itu mengacu kepada cara orang Indonesia berbahasa. Maka jika tebakan itu diberikan dalam bahasa Inggris. Kopi (Coffee) dan air (Water) jelas berbeda. Lalu kemudian pengertian “di sebelah kiri” adalah tidak mesti bertepatan di sebelah kiri.
The Brit lives in the red house
The Swede keeps dogs as pets
The Dane drinks tea
The green house is to the left of the white house
The green house’s owner drinks coffee
The person who smokes Pall Mall rears birds
The owner of the yellow house smokes Dunhill
The man living in the centre house drinks milk
The Norwegian lives in the first house
The man who smokes Marlboro lives next to the one who keeps cats
The man who keeps the horse lives next to the man who smokes Dunhill
The owner who smokes Winfield drinks beer
The German smokes Rothmans
The Norwegian lives next to the Blue House
The man who smokes Marlboro has a neighbour who drinks water
To the left means anywhere on the left and not only next to the left. Mengerti kan maksudnya?
Maka bisa jadi jawabannya
Hijau, Norwegia, Kopi, Pallmall, Burung
Biru, Jerman, Air, Rothmans, Kucing
Putih, Swedia, Susu, Marlboro, Anjing
Merah, Inggris, Bir, Winfield, Kuda
Kuning, Denmark, Teh, Dunhill, Ikan
Lantas bagaimana jika susunan rumah lima orang tersebut tidak berjajar berdampingan (in a row), bagaimana jika susunan rumah mereka berbentuk lingkaran. Apalagi jika teks-nya dimaknai dengan: The green house is on the immediate left of the white house. Pasti hasilnya berbeda.
Lalu apa sih sebenarnya yang hendak diutarakan Einstein ketika melontarkan teka-teki ini?
Mungkin dia hendak mengatakan bahwa jawaban dari sebuah pertanyaan dapat dilihat dari berbagai macam perspektif. Tidak hanya mengacu pada apa yang tertera dalam teks. Karena jika tetap berpaku pada teks kemungkinan justru tidak 2 % saja orang yang mengetahui jawaban dari teka-teki tersebut, melainkan justru semua orang bisa tahu hanya dengan melihat rumusan baku yang mengacu pada isi teks. Kemudian menjawab secara seragam dan serempak bahwa jawabannya, “Orang Jerman si pemelihara ikan.”
Rupanya ada permainan semantik, intertekstualitas, sosial-kultur dan semacamnya yang sengaja dibiarkan Einstein agar jawabannya terus menjadi teka-teki. Dengan kata lain dia sedang mengajak orang-orang untuk menelaah kembali segala kemungkinan yang ada. Berdasarkan dari karya yang dihasilkan olehnya, sepertinya Einstein sedang membicarakan teori Relativitas-nya melalui teka-teki tersebut.
Nah, pertanyaan selanjutnya adalah; “Siapakah di antara kita yang alergi relativitas?”

17 manfaat pelihara kucing

  1. Rendahnya terkena resiko penyakit jantung. Jadi kalau manusia memelihara kucing akan lebih kecil kemungkinannya menderita atau meninggal karena penyakit jantung. Sebuah penelitian dari “University of Minnesota” menemukan bahwa sekitar 30%-40% manusia yang tidak memiliki kucing akan lebih ada kecenderungan meninggal karena penyakit jantung daripada yang memiliki kucing. =^__^= (Waaaaw.. kagum kagum… red). Dan apakah manusia yang memiliki Anjing juga mempunyai keuntungan seperti ini juga? Dan berdasarkan penelitian mereka “TIDAK” tetapiiiiiii… ada benefit lain bagi para manusia yang memiliki anjing (berdasarkan dari benefit benefit itu, udaaah pelihara aja semuaaa.. red)
  2. Mengurangi resiko serangan jantung. Hiii yang ini lebih seram lagi, jadi manusia yang memelihara kucing kecil kemungkinannya meninggal mendadak karena serangan jantung.
  3. Meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Memiliki kucing dapat meningkatkan system kekebalan tubuh manusia. Perasaan yang manusia rasakan saat terkait atau ada hubungannya dengan kami kaum kucing membantu meningkatkan system kekebalan tubuh manusia kami. Kami tau loh saat manusia kami sedang sakit, dan datang menghampiri mereka untuk memberikan rasa nyaman, menolong kalian agar merasa lebih baik dan hal itu yang menyebabkan ada peningkatan system imun pada diri manusia (Kereeeeen kaaaan.. red)
  4. Menurunkan tingkat kesempatan tumbuh kembang Alergi. Untuk mommy and daddy yang memiliki bayi biasanya malah menjauhkan kami dari bayinya. Ternyata itu salah besar looh.. karena ternyata kami dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh terhadap alergi pada bayi dan anak anak. Ada beberapa penelitian yang mengatakan bahwa bayi yang tinggal dengan binatang khususnya kucing dan anjing “yang lebih mungkin memicu alergi” akan menyebabkan meningkatkan system kekebalan tubuh si bayi dari alergi sejak dini (aku yakin bagian ini pasti banyak yang langsung copy paste hehe.. red)
  5. Membantu mencegah asma pada anak. Jadi selain mencegah alergi berkembang, kami juga bisa mencegah asma, ngga asal cuap cuap loh karena sudah ada penelitiannya juga. Jika manusia manusia kecil itu sudah berinteraksi dengan kami sejak dini, itu bisa membantu menjauhkan mereka dari sejumlah penyakit gangguan saluran pernafasan. (*Tepuk kaki depan… red)
  6. Menurunkan tekanan darah. Manusia dapat mengurangi tekanan darahnya dengan berdekatan dengan kucing. Hanya dengan membelai belai kami maka manusia akan tenang dan tekanan darahnya turun. Menurut “State University of New York” manusia yang memiliki hewan peliharaan tekanan darahnya akan cenderung lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak memiliki hewan peliharaan.
  7. Menurunkan trigliserida. Manusia dapat menurunkan trigliserida dengan berolah raga dan memakan lebih sedikit karbohidrat, tetapi ternyata itu bukansatu satu satunya hal yang dapat dilakukan untuk menurunkan trigliserida. Beberapa study membuktikan bahwa dengan memelihara kucing dapat menurunkan trigliserida dan meningkatkan system kesehatan tubuh. Disamping itu tentunya olahraga dan juga makan makanan sehat juga harus tetap dilaksanakan. (Triglycerides adalah bentuk yang paling umum dari lemak yang kita makan)
  8. Menurunkan kolesterol dalam darah. Apakah Mommy dan Daddy sekalian ada yang punya masalah sama kolesterol dan mencoba menurunkannya ? Jika iya, cobalah memelihara kami, dan sampaikan juga kepada kerabat terdekat kalian yang punya masalah yang sama :p Sebuah study tahun 2006 di Kanada menunjukan bahwa memiliki kucing sebenarnya lebih EFEKTIF dalam menurunkan kadar kolesterol daripada obat obatan yang dirancang untuk tujuanyang sama. (ADOPSI kucing, simpan uang kalian semua yang tadinya diperuntukan beli obat obatan.. red)
  9. Mengurangi resiko Stroke. Kemungkinan terkena penyakit stroke merupakan suatu hal yang menakutkan. Jika mommy dan daddy takut terkena penyakit ini coba deh mengadopsi kaum kami karena terbukti kami bisa mengurangi resiko mommy dan daddy sekalian terkena stroke. Sebuah penelitian di “University of Minesota” menemukan bahwa manusia yang memiliki kucing dapat mengurangi resiko terkena stroke sampai dengan 1/3. (Berterima kasihlah kepada kaum kami duhai manusiaku sayang, karena begitulah cara kami membalas kasih sayang kalian.. red)
  10. Mengurangi Stress. Memiliki seekor kucing dapat membuang stress jauh dari kehidupan manusianya. Setiap manusia yang memiliki kami akan memperoleh banyak manfaat psikologis, dan memperoleh cara terbaik untuk menghilangkan stress. Dengan merawat kami, bermain dengan kami, membiarkan kami meringkuk di kakimu dapat membuat kalian merasa lebih baik dan melupakan stress yang sedang kalian alami (Kami adalah obat paling alami tanpa efek samping.. red)
  11. Mengurangi kecemasan. Kami, para kucing tidak hanya mengurangi tingkat stress kalian tetapi juga mengurangi kecemasan yang berlebihan. Membelai dan bermain dengan kami menghadirkan sana santai, senang dan tenang. (Nikmati cinta tanpa syarat dari kami, bye bye stress.. bye bye cemas.. red)
  12. Meningkatkan Mood. Dalam banyak kasus, berinteraksi dengan hewan peliharaan dapat membantu memperbaiki mood, ini juga berlaku untuk kalian yang memelihara kami loooh.. Yup, kami membantu para manusia kami merasa lebih baik, meningkatkan suasana hati. Jadi jika sedang mencoba memperbaiki suasana hati carilah kami =^__^=
  13. Meringankan Depresi. Memiliki kami juga dapat meringankan depresi. Meskipun kami tidak bisa menyembuhkan depresi looh ya, tetapi kami merupakan pengalihan perhatian terbaik yang pernah cat’s owner miliki sehingga dapat mengurangi depresi. Cinta yang kami berikan kepada kalian bisa menentramkan hati dan pikiran. Jadi kalau mommy dan daddy depresi, kami siap bertempur bersama kalian dalam memerangi si depresi (btw, depresi itu siapa yah ?.. red)
  14. Meringankan Autisme. Austisme ditandai oleh kesulitan dalam berinteraksi social dan berkomunikasi. Manusia yang autis memiliki kesulitan cara berkomunikasi dengan cara yang sama dengan manusia lain lakukan. Memiliki kucing benar benar dapat membantu dalam kasus ini, Ada looh sukses storynya dimana kami berperan besar dalam meringankan autism dan membantu penderitanya bisa berkomunikasi. Dan juga kami memang digunakan beberapa manusia untuk meringankan kondisi ini.
  15. Mengurangi Kesepian. (I love this part.. red) banyak manusia kesepian yang menemukan bantuan dengan memiliki kucing, bersahabat dengan kami membuat manusia menemukan arti hidup dan tidak kehilangan kemampuan untuk berkomunikasi. Jadi buat Mommy dan Daddy yang kerjaannya “galau” terus.. tidak ada salahnya mulai mengadopsi kaum kami (Tapi nanti kalau sudah tidak galau kami jangan dibuang yah, jangan jadi kacang lupa kulit gitu ah.. red). Selain itu rasa kesepian dapat membuat orang gelap mata, berpola piker negative dana hal hal mengerikan lainnya, jadi ADOPSI lah ADOPSI lah *Jeritjerit pakai toa
  16. Berkurangnya kunjungan ke Dokter. Manusia yang memiliki kucing melakukan kunjungan ke dokter lebih sedikit dibanding yang tidak memiliki kucing atau hewan peliharaan lainnya. Studi juga menunjukan bahwa rumah jompo yang memungkinkan kucing sebagai bagian dari terapi pengobatan, akan dapat menekan biaya yang dikeluarkan mereka untuk obat obatan, dibandingkan dengan rumah jompo yang tidak menggunakan kucing sebagai media terapi. (Uwaaaaww, go cats.. red)
  17. Hidup Lebih Lama. Kami memberikan sejumlah manfaat yang membuat manusia kami hidup lebih lama, meliputi bentuk interaksi social, dan manfaat manfaat yang sudah aku jelaskan diatas. Jadi intinya adalah… kalau mau hidup lebih lama, ayo donk ADOPSI dan miliki cinta tanpa syarat yang kami berikan

resensi novel laskar pelangi

1. Identitas Novel Laskar Pelangi
Judul                                                   : Laskar Pelangi
Penulis                                                : Andrea Hirata
Penerbit                                               : Bentang
Kota Tempat Terbit                         : Jl. Pandega Padma 19, Yogyakarta
Tahun Terbit                                     : Cetakan III, Juli 2007
Tebal halaman                                 : 533 halaman termasuk juga tentang penulis
Harga                                                 : Rp.69.000,-
2. Tujuan Meresensi Novel
Banyak orang (teman-teman) yang telah mengatakan bahwa buku ini bagus kepada saya, maka dari itu saya menjadi penasaran dan ingin membacanya. Setelah saya baca ternyata buku ini tidak hanya sekedar bagus tetapi “sangat bagus”, karena di dalamnya banya terdapat pelajaran yang dapat kita ambil tentang keagamaan, persahabatan yang luar biasa, cinta pertama yang indah, ketegaran hidup, bahkan makna sebuah takdir yang tidak bisa kita tebak.
3. Pokok-pokok Isi Novel (Unsur Instrinsik)
a. Tema
Persahabatan sepuluh anak yaitu Ikal, Mahar, Lintang, Harun, Syahdan, A Kiong, Trapani, Borek, Kucai dan satu-satunya wanita di kelas mereka, Sahara dari orang kecil yang mempunyai cita-cita yang tinggi dengan bersekolah di pendidikan rakyat kecil Sekolah Muhamadiyah.
b. Tokoh dan Perwatakan
Kucai                                       : benyak bicara.
Sahara                                   : keras kepala, cerdas dan baik hati.
A kiong                                   : baik dan sedikit aneh.
Harun                                       : baik.
Aku sebagai ikal                    : tidak mudah putus asa.
Ayah ku/ayah ikal                : baik hati.
Pak K.A. Harpan Noor          : baik hati, ramah dan sabar.
Borek                                      : nakal.
Ibu N.A. muslimah Hafsari : sabar, baik.
Lintang                                   : pantang menyerah.
Mahar                                     : imajinatif dan cerdas.
Trapani                                   : manja dan cerdas.
c. Alur
Di dalam novel ini memakai alur maju.
d. Sudut Pandang
Memakai kata ganti orang pertama tunggal atau memakai akuan sertaan, karena dalam penceritaan novel penulis menggunakan kata aku.
e. Gaya Bahasa
Di sini saya tidak mengetahui gaya bahasanya, karena ada kata-kata yang sulit untuk dipahami atau dapat kita mengerti. Hal ini dikarenakan untuk menyesuaikan bahasa berdasarkan tempat yang diceritakan yaitu di Bangka Belitong, daerah terpencil yang belum meluas bahasanya.
f. Latar (Setting)
Tempat : di sekolah, di bawah pohon, di gua, dan di rumah.
Suasana : menyenangkan, menyedihkan, dan menegangkan.
Kapan : siang hari, sore hari, dan malam hari.
4. Keunggulan Novel
a. Organisasi
Dalam hal organisasi novel ini, hubungan antara satu bagian dengan bagian yang lain harmonis dan dapat menimbulkan rasa penasaran pembaca. Karena dalam penceritaan isi novel tidak berbelit-belit.
b. Isi
Kita dapat mengetahui arti perjuangan hidup dalam kemiskinan yang membelit dan cita-cita yang gagah berani dalam kisah tokoh utama buku ini Ikal, akan menuntun kita dengan semacam keanggunan dan daya tarik agar kita dapat melihat ke dalam diri sendiri dengan penuh pengharapan, agar kita menolak semua keputusasaan dan ketakberdayaan kita sendiri.
c. Bahasa
Bahasa yang digunakan tidak berbelit-belit walaupun ada kata-kata yang kita tidak tahu maknanya dan yang belum dapat kita pahami, dikarenakan cerita menyesuaikan tempat daerah Belitong.
5. Nilai-nilai Novel (Unsur Ekstrinsik)
Kita dapat mengambil pelajaran bahwa bagaimanapun hidup yang kita jalani, kita harus senantiasa bersyukur. Kita dapat mengetahui arti perjuangan hidup dalam kemiskinan yang membelit cita-cita yang tingggi. Pada dasarnya kemiskinan tidak berkorelasi/berinteraksi langsung dengan kebodohan atau kegeniusan. Banyak sekali pelajaran yang dapat kita teladani dari novel tersebut seperti keagamaan, moral, cinta pertama yang indah, ketegaran hidup, bahkan makna sebuah takdir yang tidak bisa kita tebak. Selain itu kita dapat mencontoh tokoh-tokoh yang dapat diteladani seperti tokoh-tokoh manusia sederhana, jujur, tulus, gigih, penuh dedikasi, ulet, sabar, tawakal, takwa, dan sebagainya.
6.Sinopsis
SD Muhammadiyah tampak begitu rapuh dan menyedihkan dibandingkan dengan sekolah-sekolah PN Timah (Perusahaan Negara Timah). Mereka tersudut dalam ironi yang sangat besar karena kemiskinannya justru berada di tengah-tengah gemah ripah kekayaan PN Timah yang mengeksploitasi tanah ulayat mereka.
Kesulitan terus menerus membayangi sekolah kampung itu. Sekolah yang dibangun atas jiwa ikhlas dan kepeloporan dua orang guru, seorang kepala sekolah yang sudah tua, Bapak Harfan Efendy Noor dan ibu guru muda, Ibu Muslimah Hafsari, yang juga sangat miskin, berusaha mempertahankan semangat besar pendidikan dengan terseok-seok. Sekolah yang nyaris dibubarkan oleh pengawas sekolah Depdikbud Sumsel karena kekurangan murid itu, terselamatkan berkat seorang anak idiot yang sepanjang masa bersekolah tak pernah mendapatkan rapor.
Sekolah yang dihidupi lewat uluran tangan para donatur di komunitas marjinal itu begitu miskin: gedung sekolah bobrok, ruang kelas beralas tanah, beratap bolong-bolong, berbangku seadanya, jika malam dipakai untuk menyimpan ternak, bahkan kapur tulis sekalipun terasa mahal bagi sekolah yang hanya mampu menggaji guru dan kepala sekolahnya dengan sekian kilo beras, sehingga para guru itu terpaksa menafkahi keluarganya dengan cara lain. Sang kepala sekolah mencangkul sebidang kebun dan sang ibu guru menerima jahitan.
Kendati demikian, keajaiban seakan terjadi setiap hari di sekolah yang dari jauh tampak seperti bangunan yang akan roboh. Semuanya terjadi karena sejak hari pertama kelas satu sang kepala sekolah dan sang ibu guru muda yang hanya berijazah SKP (Sekolah Kepandaian Putri) telah berhasil mengambil hati sebelas anak-anak kecil miskin itu.
Dari waktu ke waktu mereka berdua bahu membahu membesarkan hati kesebelas anak-anak tadi agar percaya diri, berani berkompetisi, agar menghargai dan menempatkan pendidikan sebagai hal yang sangat penting dalam hidup ini. Mereka mengajari kesebelas muridnya agar tegar, tekun, tak mudah menyerah, dan gagah berani menghadapi kesulitan sebesar apapun. Kedua guru itu juga merupakan guru yang ulung sehingga menghasilkan seorang murid yang sangat pintar dan mereka mampu mengasah bakat beberapa murid lainnya. Pak Harfan dan Bu Mus juga mengajarkan cinta sesama dan mereka amat menyayangi kesebelas muridnya. Kedua guru miskin itu memberi julukan kesebelas murid itu sebagai para Laskar Pelangi.
Keajaiban terjadi ketika sekolah Muhamaddiyah, dipimpin oleh salah satu laskar pelangi mampu menjuarai karnaval mengalahkan sekolah PN dan keajaiban mencapai puncaknya ketika tiga orang anak anggota laskar pelangi (Ikal, Lintang, dan Sahara) berhasil menjuarai lomba cerdas tangkas mengalahkan sekolah-sekolah PN dan sekolah-sekolah negeri. Suatu prestasi yang puluhan tahun selalu digondol sekolah-sekolah PN.
Tak ayal, kejadian yang paling menyedihkan melanda sekolah Muhamaddiyah ketika Lintang, siswa paling jenius anggota laskar pelangi itu harus berhenti sekolah padahal cuma tinggal satu triwulan menyelesaikan SMP. Ia harus berhenti karena ia anak laki-laki tertua yang harus menghidupi keluarga, sebab ketika itu ayahnya meninggal dunia.
Belitong kembali dilanda ironi yang besar karena seorang anak jenius harus keluar sekolah karena alasan biaya dan nafkah keluarga justru disekelilingnya PN Timah menjadi semakin kaya raya dengan mengekploitasi tanah leluhurnya.
Meskipun awal tahun 90-an sekolah Muhamaddiyah itu akhirnya ditutup karena sama sekali sudah tidak bisa membiayai diri sendiri, tapi semangat, integritas, keluruhan budi, dan ketekunan yang diajarkan Pak Harfan dan Bu Muslimah tetap hidup dalam hati para laskar pelangi. Akhirnya kedua guru itu bisa berbangga karena diantara sebelas orang anggota laskar pelangi sekarang ada yang menjadi wakil rakyat, ada yang menjadi research and development manager di salah satu perusahaan multi nasional paling penting di negeri ini, ada yang mendapatkan bea siswa international kemudian melakukan research di University de Paris, Sorbonne dan lulus S2 dengan predikat with distinction dari sebuah universitas terkemuka di Inggris.
Semua itu, buah dari pendidikan akhlak dan kecintaan intelektual yang ditanamkan oleh Bu Mus dan Pak Harfan. Kedua orang hebat yang mungkin bahkan belum pernah keluar dari pulau mereka sendiri di ujung paling Selatan Sumatera sana.
7. Biografi Penulis
Andrea Hirata Seman Said Harun lahir di pulau Belitung 24 Oktober 1982, Andrea Hirata sendiri merupakan anak keempat dari pasangan Seman Said Harunayah dan NA Masturah. Ia dilahirkan di sebuah desa yang termasuk desa miskin dan letaknya yang cukup terpelosok di pulau Belitong. Tinggal di sebuah desa dengan segala keterbatasan memang cukup mempengaruhi pribadi Andrea sedari kecil. Ia mengaku lebih banyak mendapatkan motivasi dari keadaan di sekelilingnya yang banyak memperlihatkan keperihatinan. Nama Andrea Hirata sebenarnya bukanlah nama pemberian dari kedua orang tuanya. Sejak lahir ia diberi nama Aqil Barraq Badruddin. Merasa tak cocok dengan nama tersebut, Andrea pun menggantinya dengan Wadhud. Akan tetapi, ia masih merasa terbebani dengan nama itu. Alhasil, ia kembali mengganti namanya dengan Andrea Hirata Seman Said Harun sejak ia remaja.


Rabu, 08 Mei 2013

proposal


BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
Perusahaan adalah suatu wadah yang terdiri dari sekumpulan manusia yang bekerja secara bersama-sama untuk menjalankan fungsi manajemen, yaitu manajemen sumber daya manusia, manajemen keuangan, manajemen produksi operasi,dan manajemen pemasaran. Salah satu tujuan utama didirikannya perusahaan yakni untuk memperoleh keuntungan namun ada pula perusahaan yang didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan (tidak mengejar keuntungan). Perusahaan akan memperoleh keuntungan dari kegiatan bisnis yang dilakukan baik dalam bentuk barang maupun jasa. Perusahaan yang kegiatan bisnisnya dalam bentuk barang biasa disebut perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur. Perusahaan dagang melakukan kegiatan menjual barang-barang dagang tanpa harus terlibat dalam kegiatan produksi dan perusahaan manufaktur memproduksi barang-barang secara langsung yang kemudian dijual pada konsumen.

Pada sebuah perusahaan khususnya perusahaan manufaktur, manajemen keuangan memiliki peran yang cukup penting dalam sebuah fungsi manajemen perusahaan. Pada saat perusahaan melakukan sistem penjualannya secara kredit maka kemudian akan timbul piutang. Hal ini akan berpengaruh pada laporan keuangan perusahaan terutama berdampak pada arus kas.

Sebagaimana diketahui, piutang merupakan salah satu bagian penting dalam harta lancar perusahaan. Oleh karena itu tidak dapat dipungkiri bahwa pengendalian piutang merupakan suatu perangkat alat yang perlu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, karena piutang yang tidak dapat ditagih merupakan faktor yang akan merugikan perusahaan. Dengan kata lain resiko tidak tertagihnya piutang dari para langganan tetap, adalah tanggung jawab bersama di antara fungsionaris perusahaan.  

Untuk mengantisipasi timbulnya piutang akibat tidak tertagihnya piutang, maka sebelum perusahaan memberikan pijaman atau menambah pinjaman    sebelumnya, pihak perusahaan terlebih dahulu mengadakan evaluasi tentang keadaan atau kemampuan ekonomis calon pembeli.

Ada dua hal kemungkinan dapat menimbulkan kerugian piutang, yaitu akibat dari kecerobohan atau kekurangan hati-hatian perusahaan pada saat terjadi apabila transaksi penjualan barang dan jasa dapat terjadi kerugian karena keinginan buruk pembeli dengan sengaja menyia-menyiakan kepercayaan yang diberikan perusahaan (produsen/penjual). Dan untuk kemungkinan kedua yang mengarah pada kerugian piutang, yang tidak boleh diabaikan oleh pihak perusahaan, musibah yang menimpa para pelanggan seperti bencana alam, perampokkan dan lain-lain. Masalah kedua ini selain mengakibatkan kegurian piutang, juga akan mempengaruhi seluruh kebijaksanaan perusahaan. Kerugian piutang yang tidak tertagih, merupakan persoalan timbul setelah terjadinya transaksi penjualan barang dan jasa, dan hal ini sering diketahui dalam jangka waktu yang relatif lama.

Adapun suatu masalah yang sering terjadi yaitu saat konsumen lalai dalam melakukan pembayaran. Hal ini akan berdampak bagi perusahaan,yaitu keterlambatan dalam pelunasan piutang dan arus kas perusahaan pun akan menurun sehingga berpengaruh pada efektivitas kegiatan operasional perusahaan.

PT. YUPI INDO JELLY GUM merupakan salah satu perusahaan yang sebagian besar aktivitas bisnis atau penjualannya dilakukan secara kredit. Perusahaan melakukan kegiatan penjualan berdasarkan kebijakan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Kebijakan kredit yang diterapkan diharapkan mampu memberikan keuntungan yang optimal dan mampu meningkatkan kepuasan pelanggan. Hal tersebut disebabkan oleh tingginya tingkat risiko penjualan secara kredit yang mengharuskan perusahaan untuk menjalankan segala prosedur penjualan berdasarkan kebijakan kredit yang dimiliki. Perusahaan menjalankan prosedur penjualan berdasarkan kebijakan kredit yang dimiliki karena berkaitan dengan karakterisitik produk yang dijual, yakni terkait dengan kualitas produk yang memberikan garansi sesuai batas waktu yang ditentukan, sehingga biasanya konsumen akan mendapatkan retur pembelian saat produk yang digunakan tidak sesuai dengan kinerja yang diharapkan. Adapun retur pembelian yang dilakukan oleh konsumen akan memberikan dampak pada penerimaan piutang yang akan dibayar oleh konsumen pada perusahaan. Oleh sebab itu, dalam sebuah perusahaan perlu adanya sistem pengendalian piutang yang baik agar dapat mengelola keuangannya dan terus beroperasi untuk memenuhi permintaan pasar serta menjaga loyalitas dan kepercayaan pelanggan.

Salah satu cara yang paling akurat untuk menentukan jumlah taksiran piutang tak tertagih yang diinginkan adalah dengan analisis umur piutang, berdasarkan metode ini taksiran piutang tak tertagih ditentukan dengan cara mengklasifikasikan piutang yang beredar kedalam kategori jangka waktu piutang tersebut tertunggak. Selanjutnya, total tiap kategori dikalikan dengan presentase ketidak terkumpulnya piutang yang telah ditetapkan untuk setiap kategori umur piutang. Presentase tersebut ditentukan dengan mempertimbangkan pengalaman pengumpulan piutang pada periode yang lalu.

Dengan melihat fenomena diatas maka penulis mengambil judul “Analisis Pengendalian Piutang pada PT. YUPI INDO JELLY GUM”

1.2 Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi pokok permasalahan dalam penulisan ilmiah ini adalah
1. bagaimanakah cara untuk menentukan taksiran kerugian piutang?
2. metode apakah yang digunakan PT. YUPI INDO JELLY GUM untuk menganalisis pengendalian piutang?
3. menganalisis keefektifan pengendalian piutang pada PT. YUPI INDO JELLY GUM?

1.3 Batasan Masalah
Penulis mambatasi masalah hanya pada laporan dan metode pengendalian piutang pada PT. YUPI INDO JELLY GUM periode 2012

1.4 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penulis melakukan penelitian adalah untuk mengetahui cara untuk menentukan taksiran kerugian piutang, mengetahui metode apakah yang digunakan PT. YUPI INDO JELLY GUM untuk menganalisis pengendalian piutang dan mengetahui keefektifan pengendalian piutang pada PT. YUPI INDO JELLY GUM

1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat yang di harapkan penulis dalam penulisan ilmiah ini yaitu :
1.5.1 Manfaat akademis
1.Membantu penulis dalam lebih memahami materi yang telah diajarkan selama masa perkuliahan sehingga dapat menerapkan berbagai teori yang telah di dapat ke dalam duni nyata.
2.Dapat dijadikan sebagai acuan bagi penulis lain apabila ingin melakukan penelitian sejenis.

1.5.2 Manfaat praktis
1.Sebagai bahan pertimbangan dalam menerapkan sistem pengendalian piutang.
2.Sebagai acuan dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kebijakan piutang sehingga dapat meningkatkan mutu dan kinerja perusahaan demi perkembangan perusahaan kedepannya.
3.Bagi perusahaan yang menjadi objek penelitian, hasil penelitian diharapkan dapat digunakan sebagai bahan pandangan dan pertimbangan mengenai adanya resiko piutang tak tertagih apabila melakukan penjualan secara kredit.

1.6 Metodologi Penelitian
dalam penelitian ilmiah ini penulis menjabarkan hal-hal sebagai berikut :

1.6.1 Objek penelitian
Objek penelitian yang diambil penulis adalah PT. YUPI INDO JELLY GUM, produser Permen Gummy kelas dunia dengan  standar internasional tertinggi.
Marketing & Sales Office
Jl. Pancasila IV, Cicadas - Gunung Putri,
Bogor 16964 - Indonesia
Telp. (62-21) 8672450 - 8672454
Fax. (62-21) 8672455
E-mail : sales@yupindo.com
Website : http://www.yupindo.com

1.6.2 Data atau Variabel
Dari yang penulis gunakan adalah laporan keuangan yang terdapat rincian pencatatan piutang dan sejarah singkat perusahaan tersebutyang didapat dari PT. YUPI INDO JELLY GUM periode 2011-2012.
Data yang akan diolah adalah:
1.      Laporan piutang pada periode 2012

1.6.3 Metode pengumpulan data atau variable
Dalam penulisan ilmiah ini penulis menggunakan metode  pengumpulan data sebagai berikut :
1.  Data primer
Data primer adalah data yang diambil langsung dari nara sumbernya melalui penelitian lapangan.
2.  Data sekunder
Data sekunder adalah data yang diambil secara tidak langsung melalui penelitian kepustakaan.
Penelitian kepustakaan dapat dilakukan dengan mengumpulkan sejumlah referensi yang ada untuk mendapatkan teori -  teori yang dapat memaparkan tentang analisis kerugian piutang sehingga dapat menjadi acuan dalam penulisan ilmiah ini.

1.6.4        Alat Analisis
Dalam penulisan ilmiah ini, penulis menganalisis kerugian piutang pada PT. YUPI INDO JELLY GUM berdasarkan metode umur piutang untuk mengetahui seberapa besar kerugian piutang pada perusahaan. berdasarkan metode ini taksiran piutang tak tertagih ditentukan dengan cara mengklasifikasikan piutang yang beredar kedalam kategori jangka waktu piutang tersebut tertunggak. Selanjutnya, total tiap kategori dikalikan dengan presentase ketidak terkumpulnya piutang yang telah ditetapkan untuk setiap kategori umur piutang. Presentase tersebut ditentukan dengan mempertimbangkan pengalaman pengumpulan piutang pada periode yang lalu.

1.6.5    Sistematika Penulisan
Agar penyajian penulisan ilmiah ini terlihat lebih teratur maka penulis menggunakan sistematika sebagai berikut
BAB I      :      Sebagai bab Pendahuluan yang meliputi latar belakang masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penelitian, dan sistematika.
BAB II :Landasan Teori yang meliputi definisi piutang, penggolongan piutang, department kredit, pengertian metode analisis umur piutang, metode penghapusan langsung, metode cadangan,  kajian penelitian sejenis, alat analisis yang digunakan.
BAB III : Metodologi Penelitian yang meliputi objek penelitian, sejarah singkat, data penelitian, metode pengumpulan data atau variable, alat analisis yang digunakan.
BAB IV :  Pembahasan melingkupi  data dan profile objek penelitian, hasil penelitian dan analisis menggunakan metode umur piutang, rangkuman hasil penelitian.
BAB V :  Kesimpulan dan Saran yang meliputi kesimpulan atas hasil – hasil pengamatan yang yang dilakukan penulis dan saran yang disampaikan penulis berdasarkan analisis dari data – data yang ada.
















BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Piutang.

pengertian piutang menurut Soemarso (2004:338)
               Piutang merupakan kebiasaan bagi perusahaan untuk memberikan kelonggaran-kelonggaran kepada para pelanggan pada waktu melakukan penjualan. Kelonggaran-kelonggaran yang diberikan biasanya dalam bentuk mempernolehkan para pelanggan tersebut membayar kemudian atas penjualan barang atau jasa yang dilakukan.

Pengertian piutang menurut Wibowo dan Abu Bakar Arif (2005:151)
               Piutang adalah klaim terhadap sejumlah uang yang diharapkan akan diperoleh pada masa yang akan datang.

Pengertian piutang menurut Hadri Mulya (198 : 2010)
Piutang adalah berupa hak klaim atau tagihan berupa uang atau bentuk lainnya kepada seseorag atau suatu perusahaan.

Pengertian piutang menurut Slamet Sugiri (43 : 2009)
                       Piutang adalah tagihan baik kepada individu-individu maupun kepada perusahaan lain yang akan diterima dalam bentuk kas.

Pengertian piutang menurut Rusdi Akbar (2004:199)
               Piutang meliputi semua hak atau klaim perusahaan pada organisasi lain untuk menerima sejumlah kas, barang, atau jasa di masa yang akan datang sebagai akibat kejadian pada masa yang lalu.



Pengertian piutang menurut Enny pudjiastuti (2004;117)
                Piutang yaitu : Piutang (receivables) merupakan proses penjualan barang hasil produksi secara kredit.

Pengertian piutang menurut Martono dan Harjito (2007 : 95)
               Piutang dagang (account receivable) merupakan tagihan perusahaan kepada pelanggan atau pembeli atau pihak lain yang membeli produk perusahaan.

Pengertian piutang menurut Warren Reeve dan Fess (2005:404)
               Piutang meliputi semua klaim dalam bentuk uang terhadap pihak lainnya, termasuk individu, perusahaan atau organisasi lainnya.

Pengertian piutang menurut Horne (2005 : 258)
               Piutang meliputi jumlah uang yang dipinjam dari perusahaan oleh pelanggan yang telah membeli barang atau memakai jasa secara kredit.

Pengertian piutang menurut Mohammad Muslich(2003:109)
               Piutang terjadi karena penjualan barang dan jasa tersebut dilakukan secara kredit yang umumnya dilakukan untuk memperbesar penjualan.

Pengertian piutang menurut Smith (2005 : 286)
               Piutang dapat didefinisikan dalam arti luas sebagai hak atau klaim terhadap pihak lain atas uang, barang, dan jasa. Namun, untuk tujuan akuntansi, istilah ini umumnya diterapkan sebagai klaim yang diharapkan dapat diselesaikan melalui penerimaan kas.

Pengertian piutang menurut M.Munandar (2006:77)
               Piutang adalah tagihan perusahaan kepada pihak ain yang nantinya akan dimintakan pembayarannya bilamana telah sampai jatuh tempo.

Pengertian piutang menurut Prastowo dan Julianty (2002 : 147)
               Piutang berisikan pemberian kredit yang diberikan perusahaan kepada konsumennya ketika menjual barangnya. Mereka mengambil setiap bentuk penjualan kredit dimana perusahaan meneruskannya kembali kepada perusahaan lain.

Pengertian piutang menurut Zaki Baridwan (2004 : 124)
               Piutang dagang menunjukkan piutang yang timbul dari penjualan barang-barang atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan, dalam kegiatan normal perusahaan biasanya piutang dagang akan dilunasi dalam jangka waktu kurang dari satu tahun, sehingga dikelompokkan dalam aktiva lancar.

Pengertian piutang menurut Haryono Yusup (2001:52)
               Piutang adalah hak untuk menagih sejumlah uang dari sipenjual kepada sipembeli yang timbul karen adanya suatu transaksi.

Pengertian piutang menurut Munawir (2004:15)
               Piutang dagang adalah tagihan kepada pihak lain (kepada kreditor atau langganan) sebagai akibat adanya penjualan barang dagangan secara kredit.

Pengertian piutang menurut Indriyo Gitosudarmo dan Basri (2002:81)
               Piutang adalah aktiva atau kekayaan perusahaan yang timbul sebagai akibat dari dilaksanakannya kebijakan penjualan kredit.

Pengertian piutang menurut Syamsuddin(2001 : 254)
               Piutang meliputi semua transaksi-transaksi pembelian secara kredit tetapi tidak membutuhkan suatu bentuk catatan atau surat formal yang ditandatangani yang menyatakan kewajiban pihak pembeli kepada pihak penjual.

Berdasarkan definisi-definisi yang ada dapat disimpulkan bahwa Pengertian piutang secara umum adalah tuntutan atau klaim antara pihak yang akan memperoleh pembayaran dengan pihak yang akan membayar kewajibannya, atau dapat disebutkan sebagai tuntutan kreditur kepada debitur yang pembayarannya biasanya dilakukan dengan uang. Pengelolaan piutang  secara efisien sangat diperlukan karena akan berpengaruh langsung terhadap peningkatan pendapatan. Meningkatnya proporsi piutang dalam laporan keuangan perusahaan akan membuat piutang menjadi bagian yang harus ditangani secara seksama.

2.1.1 Pengklasifikasian Piutang

Piutang merupakan aktiva lancar yang diharapkan dapat dikonversi menjadi kas dalam waktu satu tahun atau dalam satu periode akuntansi. Piutang pada umumnya timbul dari hasil usaha pokok perusahaan. Namun selain itu, piutang juga dapat ditimbulkan dari adanya usaha dari luar kegiatan pokok perusahaan.

Warren Reeve dan Fess mengklasifikasikan piutang kedalam tiga kategori yaitu piutang usaha, wesel, tagih, dan piutang lain-lain sebagai berikut :

1.      Piutang Usaha
Piutang usaha timbul dari penjualan secara kredit agar dapat menjual lebih banyak produk atau jasa kepada pelanggan. Transaksi paling umum yang menciptakan piutang usaha adalah penjualan barang dan jasa secara kredit. Piutang tersebut dicatat dengan mendebit akun piutang usaha. Piutang usaha semacam ini normalnya diperkirakan akan tertagih dalam periode waktu yang relative pendek, seperti 30 atau 60 hari. Piutang usaha diklasifikasikan di neraca sebagai aktiva lancar.

2.      Wesel Tagih
            Wesel tagih adalah jumlah yang terutang bagi pelanggan di saat perusahaan telah menerbitkan surat utang formal. Sepanjang wesel tagih diperkirakan akan tertagih dalam setahun. Maka biasanya diklasifikasikan dalam neraca sebagai aktiva lancar. Wesel biasanya digunakan untuk periode kredit lebih dari 60 hari. Wesel bisa digunakan untuk menyelesaikan piutang usaha pelanggan. Bila wesel tagih dan piutang usaha berasal dari transaksi penjualan maka hal itu kadang-kadang disebut piutang dagang (trade receivable)

3.      Piutang lain-lain
Piutang lain-lain biasanya disajikan secara terpisah dalam neraca. Jika p[iutang ini diharapkan akan tertagih dalam satu tahun, maka piutang tersebut diklasifikasikan sebagai aktiva lancar. Jika penagihannya lebih dari satu tahun maka piutang ini diklasifikasikan sebagai aktiva tidak lancar dan dilaporkan dibawah judul investasi. Piutang lain-lain (other receivable) meliputi piutang bunga, piutang pajak, dan piutang dari pejabat atau karyawan perusahaan.

2.1.2 Faktor yang Mempengaruhi Besarnya Piutang

Piutang merupakan aktiva yang penting dalam perusahaan dan dapat menjadi bagian yang besar dari likuiditas perusahaan. Besar kecilnya piutang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah seperti yang dikemukakan oleh Bambang Riyanto (2001:85-87) sebagai berikut :

a.       Volume Penjualan Kredit
      Makin besar proporsi penjualan kredit dari keseluruhan penjualan memperbesar jumlah investasi dalam piutang. Dengan makin besarnya volume penjualan kredit setiap tahunnya bahwa perusahaan itu harus menyediakan investasi yang lebih besar lagi dalam piutang. Makin besarnya jumlah piutang berarti makin besarnya resiko, tetapi bersamaan dengan iu juga memperbesar profitability.

b.      Syarat Pembayaran Penjualan Kredit
Syarat pembayaran penjualan kredit dapat bersifat ketat atau lunak. Apabila perusahaan menetapkan syarat pembayaran yang ketat berarti bahwa perusahaan lebih mengutamakan keselamatan kredit daripada pertimbangan profitabilitas. Syarat yang ketat misalnmya dalam bentuk batas waktu pembayaran yang pendek, pembebanan bunga yang berat pada pembayaran piutang yang terlambat.

c.       Ketentuan Tentang Pembatasan Kredit
Dalam penjualan kredit perusahaan dapat menetapkan batas maksimal atau plafond bagi kredit yang diberikan kepada para langganannya. Makin tinggi plafond yang ditetapkan bagi masing-masing langganan berarti makin besar pula dana yang diinvestasikan dalam piutang. Sebaliknya, jika batas maksimal plafond lebih rendah, maka jumlah piutang pun akan lebih kecil.

d.      Kebijaksanaan Dalam Mengumpulkan Piutang
Perusahaan dapat menjalankan kebijaksanaan dalam pengumpulan piutang secara aktif atau pasif. Perusahaan yang menjalankan kebijaksanaan secara aktif, maka perusahaan harus mengeluarkan uang yang lebih besar untuk membiayai aktivitas pengumpulan piutang, tetapi dengan menggunakan cara ini, maka piutang yang ada akan lebih cepat tertagih, sehingga akan lebih memperkecil jumlah piutang perusahaan. Sebaliknya, jika perusahaan menggunakan kebijaksanaan secara pasif, maka pengumpulan piutang akan lebih lama, sehingga jumlah piutang perusahaan akan lebih besar.

e.       Kebiasaan Membayar Dari Para Langganan
Kebiasaan para langganan untuk membayar dalam periode cash discount akan mengakibatkan jumlah piutang lebih kecil, sedangkan langganan membayar periode setelah cash discount akan mengakibatkan jumlah piutang lebih besar karena jumlah dana yang tertanam dalam piutang lebih lama untuk menjadi kas.




2.1.3 Perputaran Piutang        

Kelancaran penerimaan piutang dan pengukuran baik tidaknya investasi dalam piutang dapat diketahui dari tingkat perputarannya. Perputaran piutang adalah masa-masa penerimaan piutang dari suatu perusahaan selama periode tertentu. Piutang yang terdapat dalam perusahaan akan selalu dalam keadaan berputar. Perputaran piutang akan menunjukkan berapa kali piutang yang timbul sampai piutang tersebut dapat tertagih kembali ke dalam kas perusahaan. Definisi perputaran piutang dikemukakan oleh beberapa ahli berikut ini :

Menurut S.Munawir (2002:75) memberikan keterangan bahwa posisi piutang dan taksiran waktu pengumpulannya dapat dinilai dengan menghitung tingkat perputaran piutang tersebut (turn over receivable), yaitu dengan membagi total penjualan kredit (netto) dengan piutang rata-rata.

            Sedangkan menurut Bambang Riyanto (2001:90) menyatakan bahwa tingkat perputaran piutang (receivable turn over) dapat diketahui dengan membagi jumlah credit sales selama periode tertentu dengan jumlah rata-rata piutang (average receivable)
Dari pengertian yang telah diuraikan diatas, dapat disimpulkan bahwa perputaran piutang terdiri dari dua variabel yaitu total penjualan kredit dan rata-rata piutang.

2.1.4 Resiko Kerugian Piutang

Setiap usaha yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan akan mengandung resiko yang tidak dapat dihindari. Dalam hal ini resiko hanya bisa dikendalikan agar berada dalam batas yang wajar. Resiko yang timbul karena transaksi penjualan secara kredit disebut resiko kerugian piutang.

Menurut S.Munawir berpendapat bahwa : Semakin besar day’s receivable suatu perusahaan semakin besar pula resiko kemungkinan tidak tertagihnya piutang. Dan kalau perusahaan tidak membuat cadangan terhadap kemungkinan kerugia yang timbul karena tidak tertagihnya piutang (allowance for bad debt) berarti perusahaan telah memperhitungkan labanya terlalu bear (overstated)

Resiko kerugian piutang terdiri dari beberapa macam yaitu :

a.       Resiko tidak dibayarnya seluruh tagihan (Piutang)
      Resiko ini terjadi jika jumlah piutang tidak dapat direalisasikan sama sekali. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya karena seleksi yang kurang baik dalam memilih langganan sehingga perusahaan memberikan kredit kepada langganan yang tidak potensial dalam membayar tagihan, juga dapat terjadi adanya stabilitas ekonomi dan kondisi negara yang tidak menentu sehingga piutang tidak dapat dikembalikan.

b.      Resiko tidak dibayarnya sebagian piutang
      Hal ini akan mengurangi pendapatan perusahaan, bahkan bisa menimbulkan kerugian bila jumlah piutang yang diterima kurang dari harga pokok barang yang dijual secara kredit.

c.       Resiko keterlambatan pelunasan piutang
      Hal ini akan menimbulkan adanya tambahan dana atau untuk biaya penagihan. Tambahan dana ini akan menimbulkan biaya yang lebih besar apabila harus dibelanjai oleh pinjaman.

d.      Resiko tidak tertanamnya modal dalam piutang
Resiko ini terjadi karena adanya tingkat perputaran piutang yang rendah sehingga akan mengakibatkan jumlah modal kerja yang tertanam dalam piutang semkin besar dan hal ini bisa mengakibatkan adanya modal kerja yang tidak produktif.


2.1.5 Metode Penentuan Kerugian Piutang

1.      Metode cadangan / Metode Penghapusan  Tidak Langsung (Allowance Method)

Dengan metode ini, piutang tidak tertagih ditentukan setiap akhir periode akuntansi. Metode ini mencatat pengumpulan - kerugian piutang yang didasarkan pada taksiran tertentu atas jumlah piutang tak tertagih. Agar tujuan penandingan antara biaya dan pendapatan tercapai, kerugian piutang tak tertagih harus ditentukan secara periodik.

Dan jurnal pencatatan setiap trasnsaksi adalah sebagai berikut : (AL. Haryono Jusuf,1984,91)

Adanya taksiran kerugian piutang :
Kerugian piutang xxx
Cadangan kerugian piutang xxx

Saat piutang dihapus :
Cadangan kerugian piutang xxx
Kerugian piutang xxx

Saat pembayaran piutang :
Piutang xxx
Cadangan kerugian piutang xxx

Saat uang pembayaran diterima :
Kas xxx
Piutang xxx


2.      Metode Penghapusan Langsung (Direct Write-Off Method)

Metode ini merupakan metode yang sangat sederhana, dan lebih didasarkan kepada suatu kenyataan daripada suatu taksiran. Pencatatan terhadap piutang tak tertagih dilakukan pada saat piutang tersebut diketahui secara pasti tidak tertagih.

Adapun jurnal pencatatan transaksinya adalah sebagai berikut : (AL. Haryono Jusuf,1984,78
Pada saat penghapusan piutang :
Kerugian piutang xxx
Piutang xxx

Pada saat pelunasan piutang :
Piutang xxx
Kerugian piutang xxx

Penerimaan uang dari piutang yang sudah dihapus :
Kas xxx
Piutang xxx

Pelunasan kembali dilakukan pada tahun berikutnya :
Piutang xxx
Penerimaan piutang
yang sudah dihapus xxx

3.      Metode Penyisihan
Sebagian besar perusahaan menggunakan metode konsep penyisihan untuk mengukur piutang tak tertagih. Konsep kunci dalam konsep penyisihan adalah mencatat beban piutang tak tertagih dalam dalam periode yang sama dengan pendapatan penjualan.

4.      Metode Persentase Penjualan
Metode persentase penjualan menghitung beban piutang tak tertagih sebagai persentase dari penjualan kredit bersih. Metode ini juga disebut pendekatan laporan laba rugi karena berfokus pada jumlah beban.

2.1.6 Metode Analisis Umur Piutang

Analisa umur piutang mendasarkan perhitungannya pada konsep adanya resiko piutang yang tidak dapat ditagih kepelanggan karena beberapa alasan. Piutang yang diragukan tidak dapat ditagih ini semakin lama semakin menumpuk maka salah satu tindakan yang dapat dilakukan perusahaan adalah dengan menyusun kriteria lamanya piutang yang sampai saat ini belum dapat ditagih. Piutang yang tidak dapat tertagih ini karena beberapa sebab, antara lain karena adanya kemungkinan perusahaan terlalu mudah dalam pemberian piutang dalam arti persyaratan yang ditetapkan terlalu longgar. Atau, bahkan memang track record pelanggan itu sendiri yang kurang baik. Metode umur piutang usaha juga disebut pendekatan neraca karena berfokus pada piutang usaha.

         Dalam metode analisis umur piutang, masing-masing langganan dibagi dalam dua kelompok, yaitu belum menunggak dan menunggak. Yang dimaksud menunggak adalah yang sudah melebihi jangka waktu kredit. Piutang yang menunggak dikelompokan berdasarkan lama waktu menunggaknya. Selanjutnya dari masing-masing jumlah tunggakan ditetapkan presentase kerugian piutangnya. Jumlah kerugian piutang yang dihitung dengan menggunakan cara ini sudah mempertimbangkan saldo rekening. Cadangan kerugian piutang yang merupakan jumlah kerugian piutang. Berikut ini merupakan bentuk bagan pengelompokan saldo piutang berdasarkan umur.

Nama
Jumlah
Belum
Menunggak
Menunggak
1-30
31-60
61-90
91-180
181-365
>365
Xxx
Xxx
Xxx
Xxx


Xxx
Xxx

Xxx
Xxx
Xxx

Xxx

Xxx


Xxx
Xxx
Xxx
Xxx
Xxx


Xxx
xxx
Xxx
Xxx
Xxx
Xxx

Xxx
Xxx


Xxx
Xxx
Xxx

Xxx


Xxx

Xxx
Xxx
Xxx

xxx

xxx

xxx
Xxx
Xxx
Xxx


Xxx

xxx

Jumlah
Xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
Xxx

Pemisahan masing-masing piutang ke dalam kelompok-kelompok umur dilakukan dari data yang ada dalam buku pembantu piutang. Setelah piutang masing-masing langganan dapat dikelompokkan bersarkan umurnya. Langkah berikutnya adalah menentukan besarnya persentase kerugian piutang untuk masing-masing kelompok umur, seperti table berikut ini :








Kelompok umur
Jumlah (a)
Kerugian piutang (b)
Taksiran kerugian piutang
Belum menunggak
Xxx
Xxx%
Xxx
1-30
Xxx
Xxx%
Xxx
31-60
Xxx
Xxx%
Xxx
61-90
Xxx
Xxx%
Xxx
91-180
Xxx
Xxx%
Xxx
181-365
Xxx
Xxx%
Xxx
>365
Xxx
Xxx%
xxx
Jumlah
Xxx
Xxx%
Xxx (Y)

Menurut Efraim Ferdinan Giri (1993,115) Rumus untuk menghitung jumlah Taksiran Kerugian Piutang adalah : Taksiran Kerugian Piutang (Y) = jumlah masing-masing kelompok (a) * persentase kerugian piutang (b).
Dari perhitungan di atas diketahui jumlah kerugian piutang (y), hasil diatas belum menunjukkan jumlah kerugian piutang yang dibebankan. Jumlah piutang yang dibebankan adalah : Taksiran Kerugian Piutang (Y) ditambah saldo debit atau dikurangi saldo kredit rekening Cadangan Kerugian Piutang.
Sehingga dicatat pada jurnal sebagai berikut :
Beban Kerugian Piutang        xxx
      Cadangan Kerugian Piutang        xxx

2.2 Kajian Sejenis
   Penulis mengambil kesimpulan kajian penelitian sejenis dari penulisan ilmiah yang telah dilakukan oleh :
a. - Nama               : Ginanjar Ayadi Tama 2007
    - Judul               : Analisis Pengendalian Piutang Tak Tertagih pada       Koperasi Sejahtera SLTP 163 Jakarta Selatan
    - Kesimpulan     : karya ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan yang diterapkan koperasi yang bersangkutan untuk dapat meminimalisasi terjadinya piutang tak tertagih. Kebijakan yang dijalankan sudah baik namun belum cukup efektif sepenuhnya dari pihak operasi dalam menerapkan 5C. taksiran kerugian piutang masih cukup besar yakni sekitar 20%. Namun pengendalian piutang sudah cukup baik karna dalam periode dua tahun, presentasenya hanya sebesar 18,21%.

b - Nama               : Isni Aisyah 2011
      - Judul                   : Analisis Piutang Tak Tertagih Berdasarkan Metode Umur Piutang pada PT. Bhanda Ghara Reksa (persero) cabang Bandung
      - Kesimpulan         : Dalam kegiatanya PT. BGR melakukan transaksi jasanya dengan dua cara yaitu secara tunai yang akan masuk ke dalam kas perusahaan dan secara kredit yang akan menimbulkan piutang usaha. Tidak ada satu pun dari perusahaan yang mengharapkan bahwa dari sekian banyaknya debitur terdapat sebagian yang tidak bisa membayar kewajibannya walaupun dalam proses pemberian kredit telah diteliti sebaik-baiknya. Piutang yang telah jatuh tempo dan tidak terbayarkan maka akan menimbulkan piutang tak tertagih pada PT. Bhanda Ghara Reksa.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis deskriptif yaitu metode yang bertujuan untuk membuat deskripsi/gambaran perusahaan secara sistematis, faktual, akurat, mengenai sifat-sifat dan fenomena yang diselidiki. Pada akhirnya metode ini digunakan untuk mencari pemecahan atas masalah yang diteliti.PT. BGR seringkali membuat daftar piutang berdasarkan umurnya (aging schedule) yaitu dengan mengelompokan piutang pada periode tertentu untuk memudahkan perhitungan piutang yang beredar kemudian menghitung cadangan kerugian piutang yang akan dibebankan pada akhir periode untuk mengakomodasikan kemungkinan piutang tak tertagih. Dengan menggunakan umur piutang, PT. Bhanda Ghara Reksa dapat mengetahui posisi piutang pada periode tertentu sehingga dapat mengambil kebijakan keuangan yang tepat serta untuk menggambarkan seberapa besar pengaruhnya terhadap kondisi keuangan perusahaan.



BAB III

METODE PENELITIAN


3.1 Objek Penelitian

Objek penelitian yang diambil penulis adalah PT. YUPI INDO JELLY GUM, produser Permen Gummy kelas dunia dengan  standar internasional tertinggi. Yang terletak di Jl. Pancasila IV, Cicadas - Gunung Putri,  Bogor 16964 – Indonesia. Telp. (62-21) 8672450 – 8672454. Fax. (62-21) 8672455. E-mail : sales@yupindo.com Website : http://www.yupindo.com

3.1.1 Sejarah Singkat

PT. YUPI INDO JELLY GUM adalah produser Permen Gummy kelas dunia. Memulai sebagai usaha patungan dengan salah satu Produsen Gummy terkemuka di Eropa, PT. YUPI INDO JELLY GUM telah menjadi pemimpin pasar dalam produk permen gummy di Indonesia sejak tahun 1996 dan pemain terbesar di Asia Tenggara. Produk PT. YUPI INDO JELLY GUM didistribusikan di seluruh benua, termasuk Asia, Amerika Utara, Australia, Eropa dan Timur Tengah. Pabriknya dibangun dilahan seluas 5 hektar, yang terletak di Gunung Putri, Bogor, hanya satu jam perjalanan dari ibukota, Jakarta. Pabrik Yupi dilengkapi dengan mesin-mesin kelas dunia berteknologi tinggi.

Produk PT. YUPI INDO JELLY GUM dibuat dengan bahan-bahan berkualitas terbaik dan beberapa dari mereka yang diimpor dari luar negeri. Kualitas selalu menjadi komponen fundamental dari filosofi PT. YUPI INDO JELLY GUM.
Sebagai "Pioneer" produsen gummy candy di Indonesia,
PT. YUPI INDO JELLY GUM hanya menggunakan peralatan yang memenuhi standar internasional.
Dalam memastikan bahwa produk
tersebut memenuhi keamanan pangan dan kebersihan, PT. YUPI INDO JELLY GUM telah mengimplementasikan (Hazard Analysis and Critical Control Point) Sistem HACCP.
Dari langkah pertama dalam proses
hingga untuk kemasan akhir, PT. YUPI INDO JELLY GUM terus-menerus dan memantau kualitas melalui jaminan kualitas dan kontrol kualitas untuk memastikan standar kualitas tinggi terpenuhi sehingga seluruh kegiatan mengikuti standar internasional GMP (Good Manufacturing Practices).

3.2 Data atau Variabel yang digunakan
Data yang digunakan dalam Penulisan Ilmiah ini di peroleh dari data bulan Januari – Desember tahun 2012.  Dari hasil penelusuran yang dilakukan oleh penulis maka dapat di peroleh data yang di sajikan dalam tabel sebagai berikut :
   
2012

Lancar
 1-15
 16-30
 31-60
 >60
Januari

         43,644,907,5.02
             82,300,6.09
              19,728,7.86
          19,367,3.68
        109,268,5.03
Februari

         47,914,061,4.84
             67,781,3.84
              73,042,3.11
          17,852,9.46
           23,126,0.32
Maret

         44,979,964,6.15
             51,980,6.22
              35,677,9.44
           (1,439,2.47)
           (7,210,9.82)
April

         44,746,310,0.38
             19,109,0.23
              50,998,1.22
          34,867,9.44
         (11,991,2.99)
Mei

         45,372,618,1.89
             13,368,3.84
                 8,407,9.06
            1,973,5.01
         (13,991,1.65)
Juni

         56,369,985,5.77
            (39,858,4.95)
                    918,3.84
            1,776,1.79
         (12,017,6.64)
Juli

         57,588,233,3.11
             41,694,9.87
             (40,365,3.37)
        (16,074,7.82)
         (10,241,9.77)
Agustus

         49,804,175,5.40
             66,580,8.62
              64,337,6.98
        (31,815,3.37)
         (25,287,9.47)
September

         62,455,564,9.61
           686,306,4.13
              35,117,8.65
            9,170,9.89
         (65,661,0.65)
Oktober

         55,254,770,3.49
        1,098,660,2.66
            257,311,9.13
            2,149,2.46
         (53,725,2.92)
Nopember

         56,257,178,9.44
           273,302,4.44
            718,941,7.03
        236,057,2.04
         (54,767,7.00)
Desember

         55,498,178,2.55
             75,607,1.91
            113,003,5.92
        295,060,2.95
           88,535,6.54





3.3 Metode Pengumpulan Data atau Variabel
Pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis dengan menggunakan data :
-          Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diambil secara tidak langsung melalui penelitian kepustakaan.
Penelitian kepustakaan dapat dilakukan dengan mengumpulkan sejumlah referensi yang ada untuk mendapatkan teori -  teori yang dapat memaparkan tentang Elastisitas permintaan harga sehingga dapat menjadi acuan dalam penulisan ilmiah ini.

-          Data Primer
Data primer adalah data yang diambil langsung dari nara sumbernya melalui penelitian lapangan.

3.4 Alat Analisis yang digunakan

Dalam penulisan ilmiah ini, penulis menganalisis kerugian piutang pada PT. YUPI INDO JELLY GUM berdasarkan metode umur piutang untuk mengetahui seberapa besar kerugian piutang pada perusahaan

Analisa umur piutang mendasarkan perhitungannya pada konsep adanya resiko piutang yang tidak dapat ditagih kepelanggan karena beberapa alasan. Piutang yang diragukan tidak dapat ditagih ini semakin lama semakin menumpuk maka salah satu tindakan yang dapat dilakukan perusahaan adalah dengan menyusun kriteria lamanya piutang yang sampai saat ini belum dapat ditagih. Piutang yang tidak dapat tertagih ini karena beberapa sebab, antara lain karena adanya kemungkinan perusahaan terlalu mudah dalam pemberian piutang dalam arti persyaratan yang ditetapkan terlalu longgar. Atau, bahkan memang track record pelanggan itu sendiri yang kurang baik. Metode umur piutang usaha juga disebut pendekatan neraca karena berfokus pada piutang usaha.
         Dalam metode analisis umur piutang, masing-masing langganan dibagi dalam dua kelompok, yaitu belum menunggak dan menunggak. Yang dimaksud menunggak adalah yang sudah melebihi jangka waktu kredit. Piutang yang menunggak dikelompokan berdasarkan lama waktu menunggaknya. Selanjutnya dari masing-masing jumlah tunggakan ditetapkan presentase kerugian piutangnya. Jumlah kerugian piutang yang dihitung dengan menggunakan cara ini sudah mempertimbangkan saldo rekening. Cadangan kerugian piutang yang merupakan jumlah kerugian piutang. Berikut ini merupakan bentuk bagan pengelompokan saldo piutang berdasarkan umur.

Nama
Jumlah
Belum
Menunggak
Menunggak
1-30
31-60
61-90
91-180
181-365
>365
Xxx
Xxx
Xxx
Xxx


Xxx
Xxx

Xxx
Xxx
Xxx

Xxx

Xxx


Xxx
Xxx
Xxx
Xxx
Xxx


Xxx
xxx
Xxx
Xxx
Xxx
Xxx

Xxx
Xxx


Xxx
Xxx
Xxx

Xxx


Xxx

Xxx
Xxx
Xxx

xxx

xxx

xxx
Xxx
Xxx
Xxx


Xxx

xxx

Jumlah
Xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
xxx
Xxx

Pemisahan masing-masing piutang ke dalam kelompok-kelompok umur dilakukan dari data yang ada dalam buku pembantu piutang. Setelah piutang masing-masing langganan dapat dikelompokkan bersarkan umurnya. Langkah berikutnya adalah menentukan besarnya persentase kerugian piutang untuk masing-masing kelompok umur, seperti table berikut ini :


Kelompok umur
Jumlah (a)
Kerugian piutang (b)
Taksiran kerugian piutang
Belum menunggak
Xxx
Xxx%
Xxx
1-30
Xxx
Xxx%
Xxx
31-60
Xxx
Xxx%
Xxx
61-90
Xxx
Xxx%
Xxx
91-180
Xxx
Xxx%
Xxx
181-365
Xxx
Xxx%
Xxx
>365
Xxx
Xxx%
xxx
Jumlah
Xxx
Xxx%
Xxx (Y)


Menurut Efraim Ferdinan Giri (1993,115) Rumus untuk menghitung jumlah Taksiran Kerugian Piutang adalah : Taksiran Kerugian Piutang (Y) = jumlah masing-masing kelompok (a) * persentase kerugian piutang (b).
Dari perhitungan di atas diketahui jumlah kerugian piutang (y), hasil diatas belum menunjukkan jumlah kerugian piutang yang dibebankan. Jumlah piutang yang dibebankan adalah : Taksiran Kerugian Piutang (Y) ditambah saldo debit atau dikurangi saldo kredit rekening Cadangan Kerugian Piutang.

Sehingga dicatat pada jurnal sebagai berikut :

Beban Kerugian Piutang        xxx
      Cadangan Kerugian Piutang        xxx