Selasa, 04 Desember 2012

Proposal Metode Riset



BAB 1
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah

           Perkembangan usaha dewasa ini telah diwarnai dengan berbagai macam persaingan di segala bidang.salah satunya adalah persaingan bisnis yang sangat ketat yang mengakibatkan perubahan perilaqku konsumen didalam mengambil keputusan untuk membeli suatu produk.Mengingat perkembangan tekhnologi yang semakin dinamis, manusia dituntut dengan cepat dan tepat untuk bertindak agar tidak kalah bersaing.melihat kondisi tersebut menyebabkan pebisnis semakin dituntut untuk mempunyai strategi yang tepat dalam memenuhi penjualan, dengan demikian setiap perusahaan harus memahami perilaku konsumen pada pasar sasaranya karena kelangsungan hidup perusahaan tersebut sebagai organisasi yang berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan para konsumen sangat tergantung pada perilaku konsumenya.
           Kondisi yang selalu berubah mengakibatkan para pemasok mengalami kesulitan dalam membentuk dan menciptakan pelanggan yang loyal, perubahan dari kondisi ini juga mengakibatkan terjadinya pergeseran dari perekonomian.Dalam meningkatkan persaingan masing-masing perusahaan harus dapat memenangkan persaingan tersebut dengan menampilkan produk yang terbaik dan dapat memenuhi selera konsumen yang selalu berkembang dan berubah-ubah.Seiring dengan perkembanganya jaman dan semakin meningkatnya kebutuhan alat transportasi membawa angin segar bagi perusahaan otomotif terutama dibidang sepeda motor, yang mana sangat dibutuhkan oleh banyak orang selain harganya terjangkau dan mudah perawatanya.Persaingan yang semaikin ketat terjadi didalam dunia otomotif khususnya produk sepeda motor karena produk ini merupakan alat transportasi darat yang paling dominan dimilki dan dibutuhkan oleh masyarakat.memang tidak mudah menjadi yang terbaik selain harus menyediakan kualitas terbaik juga ada faktor pola perilaku konsumen yang tidak mudah ditebak apalahi di indonesia yang terdiri dari banyak pulau, sehingga memilki ragam pola perilaku yang berbeda pula.
          Perilaku konsumen merupakan tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa.termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan mengikitu tindakan-tindakan tersebut, dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa pemahaman terhadap perilaku konsumen bukanlah pekerjaan yang mudah, tetapi cukup sulit dan kompleks, khususnya disebabkan oleh banyaknya variabel yang mempengaruhi dan variabel-variabel tersebut saling berinteraksi.meskipun demikian, bila hal tersebut dapat dilakukan, maka perusahaan yang bersangkutan akan dapat meraih keuntungan yang jauh lebih besar daripada pesaingnya, karena dengan dipahaminya perilaku konsumen, perusahaan dapat memberikan keputusan secara lebih baik kepada konsumen.
          Dalam keputusan membeli barang konsumen seringkali ada lebih dari dua pihak yang terlibat dalam proses pertukaran atau pembelianya.Umumnya ada lima macam peranan yang dapat dilakukan seseorangada kalanya kelima peranan ini dipegang oleh satu orang.namun, seringkali peranan tersebut dilakukan oleh beberapa orang.pemahaman mengenai masing-masing peranan ini sangat berguna dalam rangka memuaskan kebutuhan konsumen dan keinginan konsumen.kelima peran tersebut adalah, pemrakarsa, pemberi pengaruh, pengambilan keputusan, pembeli, dan pemakai.
          Perialku konsumen lain yang mesti dicatat adalah masalah pengambilan keputusan dalam pembelian.pengambilan keputusan dalam motor bebek diwarnai oleh pertimbangan yang rasional yang sangat bertumpu pada function benefit.sisi ekonomis menjadi pertimbangan utama sebagai pembentuk loyalitas.Reseller market sangat menetukan loyalitas ini mereka dapat mengabaikan kenyamanan demi nilai konsumen.
          Persaingan yang sangat ketat juga dapat dilihat dari jumlah perusahaan yang ada dalam industri sepeda motor di indonesia yang menurut Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), saat ini terdapat 77 perusahaan assembling, manufaktur dan importir sepeda motor di indonesia yang tercatat di Departemen Perindustrian dan perdagangan.dari jumlah tersebut 6 diantaranya anggota AISI yaitu Honda, Yamaha, Suxuki, Kawasaki, Kymco dan piaggio, serta 71 perusahaan lainya diluar keanggotaan AISI dilihat dari banyaknya perusahaan yang berada dalam industri sepeda motor yang menawarkan hasil produksinya dalam keunggulan masing-masing menunjukan bahwa persaingan pada industri sepeda motor saat ini sangatlah ketat.Dyonisius Beti (2009) menyatakan bahwa pertumbuhan pasar sepeda motor akan lebih panjang mengingat populasi sepeda motor dibanding jumlah penduduk relatif kecil.kalau di Thailandb1:4 artinya 4 orang per 1 motor, di Jakarta rasionya belum mencapai 1:5 bahkan untuk rata-rata wilayah indonesia baru mencapai 1:7,8.selain itu tingkat PDB indonesia yang relatif rendah menunjukan indikasi sepeda motor masih menjadi sarana transportasi yan dapat dijangkau dibanding mobil.grafik penjualan sepeda motor di indonesia menujukan bahwa sepeda motor honda mengalami penurunan penjualan secara bertahap yang dapat meruntuhkan dominasi sepeda motor honda sebagai market leader.hal ini dapat terlihat dalam periode tahun 2005 sampai dengan tahun 2007, pada kurun waktu 3 tahun tersebut penjualan sepeda motor berangsur-angsur menurun.pada tahun 2006 penjualan sepeda motor Honda mengalami penurunan sebesar 308.022 unit dibandingkan dengan tahun 2005.pada tahun berikutnya, yaitu tahun 2007, penjualan sepeda motor Honda juga mengalami penurunan sebesar 199.153 unit dibandingkan dengan tahun 2006 dan mengalami peningkatan penjualan sebesar 733.561 unit ditahun 2008 yang sedikit memberikan nafas lega bagi manajemen speda motor honda.sedangkan disatu sisi, perusahaan kompetitor utama Honda yaitu Yamaha sedang mengalami tren peningkatan penjualan jika hal ini dibiarkan terjadi, maka semakin lama dominasi honda akan runtuh dan digantikan oleh produk yamaha.
        Selain itu dalam kurun waktu delapan bulan pada tahun 2009 Honda mampu mencatakan penjualan sebanyak 1.698.558 unit dengan market share 45,68%.angka itu lebih besar 0,39% dari penjualan yamaha yang selam ini menjadi rival utamanya.dalam periode tersebut PT.Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) yang merupakan Agen tunggal pemegang merek (ATPM) Yamaha di Indonesia hanya mampu menjual sebanyak 1.683.778 unit atau sekitar 45,29%.meskipun begitu, selisih penjualan antara Honda dan Yamaha terbilang sangat tipis, sehingga Yamaha setiap saat dapat merebut pangsa pasar yang selama ini dimilki oleh honda.Dari Besarnya pengaruh yang diberikan oleh suatu merek yang sudah dianggap sebagai aset perusahaan maka PT Astra Honda Motor selaku ATPM Honda menginginkan speda motor Honda tetap menjadi market leader.salah satu indikator bahwa merek suatu produk sukses dan dikenal luas oleh masyarakat adalah masuk didalam jajaran kategori peringkat merek nasional.survei peringkat merek biasanaya dilakukan perusahaan ternyata masih menjadikan survei sebagai salah satu indikator bahwa merek mereka sukses dipasaran.Honda sampai saat ini memang masih menjadi raja dipasar sepeda motor.kendati posisisnya masih teratas dan volume penjualan terus menungkat, dari sisi persaingan honda terus tertekan dengan pesaingnya, bahkan rentang penguasaan pasar honda dengan pesaingnya, terutama Yamaha, semakin mengecil.untuk menghadapi persaingan tersebut produk honda selalu menciptakan penemuan-penemuan baru yang disesuaikan dengan perkembangan jaman dan keinginan dari masyrakat agar produksinya tetap laku dipasaran.Semakin majunya perekonomian dan tekhnologi berkembang pula strategi yang harus dijalankan perusahan khususnya dibidang pemasaran.untuk itu perusahaan perlu memahami atau mempelajari perilaku konsumen dalam hubungnya dengan pembelian yang dilakukan oleh konsumen tersebut.dalam menentukan jenis produk atau jasa, konsumen selalu mempertimbangkan tentang produk atau jasa apa yang dibutuhkan, hal ini dikenal dengan perilaku konsumen.sehubungan dengan keberadaan konsumen dan beraneka ragam perilakunya maka produsen harus benar-benar tanggap untuk melakukan pengamatan terhadap apa yang menjadi keinginanaya.jadi pada dasarnya pengusaha mempunyai kewajiban untuk memenuhi dan memuaskan konsumen melalui produk yang dutawarkan.faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen ada dua hal yaitu internal dan eksternal.
       Disamping motivasi mendasari seseorang untuk melakukan keputusan pembelian akan dipengaruhi juga oleh persepsinya terhadap apa yang diinginkan.konsumen akan dipengaruhi juga oleh persepsinya terhadap apa yang diinginkan konsumen akan menampakan perilakunya setelah melakukan persepsi terhadap keputusan apa yang akan diambil dalam membeli suatu produk.selain persepsi akan muncul pola sikap seseorang untuk merespon dengan cara yang menguntungkan atau tidak terhadap objek yang dinilai.
       Perlu bagi Honda untuk menyadari bahwa selisih penjualan antara honda dan yamaha sangat tipis, sehingga yamaha setiap saat dapat merebut pangsa pasar yang selam ini dimilki honda.persaingan produk sepeda motor semakin ketat.perusahaan berlomba-lomba memperluas pangsa pasarnya, mencoba menarik pelanggan dengan cara mempengaruhi sikap konsumen agar bersedia membeli produk-produk mereka.ketika suatu perusahaan mengalami penurunan pangsa pasar.akan terjadi penurunan laba yang didapat akibat berkurangnya konsumen yang memakai produk mereka.disadari atau tidak perusahaan yang mampu menguasai pasar adalah perusahaan yang akan mendapatkan keuntungan lebih banyak.
        Berdasarka pemaparan teori dan data tentang penurunan penjualan sepada motor Honda dan meningkatnya persaingan untuk merebut konsumen maka penelitian ini mengambil judul " Analisis Pengaruh Motivasi konsumen, Persepsi Kualitas, dan Sikap Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda ( Studi pada Konsumen Sepeda Motor Honda di Semarang)".

1.2      Rumusan Masalah dan Tujuan
     
           Masalah yang menjadi dasar penelitian ini adalah adanya penurunan penjualan sepeda motor Honda dalam kurun waktu 2005-2008.Pemasaran penjualan ini menunjukan adanya penurunan keputusan pembelian konsumen pada produk sepeda motor Honda.Honda yang sampai tahun 2008 dapat memimpin pangsa pasar industri sepeda motor di indonesia mendapat persaingan yang ketat oleh para kompetitornya.bahkan rentang penguasaan pasar sepeda motor Honda dengan pesaingnya, terutama Yamaha, semakin mengecil penurunan penjualan sepeda motor honda yang secara bertahap ini dapat meruntuhkan dominasi honda sebagai market leader.
     Menganalisis motivasi konsumen, persepsi kualitas, dan sikap konsumen yang diduga berpengaruh terhadap keputusan pembelian menjadi sangat penting untuk meningkatkan penjualan sepeda motor Honda.Motivasi yang mendasari seseorang untuk melakukan keputusan pembelian akan dipengaruhi juga oleh persepsinya terhadap apa yang diinginkan serta sikap seseorang dalam menilai suatu objek yang akan diminati dan untuk dimilki.dari rumusan masalah diatas akan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan sebagai berkut:
1. Apa pengaruh motivasi konsumen terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda?
2. Apa pengaruh persepsi kualitas terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda?
3. Apa pengaruh sikap konsumen terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda?

1.2.1   Tujuan Penelitian

 1. Untuk menganalisis pengaruh motivasi konsumen terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda.
 2. Untuk menganalisis pengaruh persepsi kualitas terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda.
 3. Untuk menganalisis pengaruh sikap konsumen terhdadap keputusan pembelian sepda motor Honda.


1.3     Kerangka Pemikiran

          Berdasarkan telaah pustaka yang telah diuraikan, maka sebuah model untuk penelitian ini dijabarkan bahwa model variabel independen diantaranya adalah motivasi konsumen, persepsi kualitas, dan sikap konsumen serta satu variabel dependen yaitu keputusan pembelian.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


2.1           Landasan Teori

                Seseorang dalam kehidupanya akan dipacu untuk memenuhi kebutuhan dan keinginanya berdasarkan skala prioritas dan kebutuhan tersebut berupa barang primer maupun barang sekunder.mengingat semakin berkembangnya daerah permukiman yang jauh dari pusat kota semakin dibutuhkan sarana transportasi yang cukup efektif dan keluarga.Saat ini kebutuhan transportasi pribadi jenis roda dua khususnya sepeda motor sudah menjadi kebutuhan masyarakat umum.kebutuham masyarakat tersebut diungkap oleh pengusaha sebagai peluang untuk mngembangkan minerja bisnisnya dengan melakukan pengamtan perilaku konsumen, kinerja bisnisnya akan tercapai dengan baik apabila unit pemasaran bekerja dengan maksimal dalam usaha memperoleh konsumen yang potensial.


2.1.1         Pemasaran
            
                 Pemasaran adalah semua kegiatan usaha yang diperlukan untuk mengakibatkan terjadinya pemindahan pemilikan barang atau jasa dan untuk menyelenggarakan distribusu fidiknya sejak dari produsen awal sampai konsumen akhir.terdapat falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemasaran kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.konsep pemasaran bertujuan memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen.

2.1.1.1      Perilaku Konsumen

                 Perilaku Konsumen merupakan tindakan-tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan-tindakan tersebut.maka dalam kehidupan sehari-hari keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen didasarkan pada pertimbangan yang berbeda-beda satu dengan yang lainya.
                 Sementara itu perilaku konsumen dapat dipengaruhi melalui pemasaran yang terampil karena hali ini dapat membangkitkan motivasi maupun perilaku apabila hal tersebut didukung dengan produk atau jasa didesain semenarik mungkin dan sedemikian rupa guna memenuhi kebutuhan pelanggan.Terdapat Tiga faktor yang mempengaruhi pilihan konsumen, yaitu:
1. Konsumen Secra Individual

Pilihan untuk membeli suatu produk atau jasa dengan merek tertentu dipengaruhi oleh hal-hal yang ada       pada diri konsumen.seperti persepsi, karakteristik kepribadian akan mempengaruhi pilihan individu terhadap berbagai alternatif merek yang tersedia.
2. Lingkungan yang memepengaruhi konsumen

Pilihan konsumen terhadap merek dipengaruhi oleh lingkungan yang mengitarinya.ketika konsumen membeli merek suatu produk, mungkin disdari oleh banyak pertimbangan seperti meniru teman ataupun anggota keluarga lainya yang telah membeli terlebih dahulu.jadi interaksi sosial turut mempengaruhi pada pilihan merek produk yang dibeli.
3.Strategi Pemasaran

Pemasar berusaha mempengaruhi konsumen dengan menggunakan stimulus-stimulus pemasaran agar konsumen bersedia memilih merek produk yang ditawarkan.

               Berdasarkan ketiga poin yang disebutkan diatas, perusahaan hendaknya dapat segera menganalisis tanggapan konsumen setelah mereka membuat suatu keputusan dari tiga faktor yang mempengaruhi.konsumen akan bereaksi melakukan pembelian berulang atau mengehentikanya jika merasa tidak puas, dan peran strategi pemasaran dalam hal ini berperan penting sebagai ujung tombak dalam mempengaruhi keputusan konsumen.

2.1.1.2    Motivasi Konsumen

               Motivasi adalah suatu keadaan dalam pribadi yang mendorong keinginan individu untuk melakukan keinginan tersebut guna mencapai tujuan.dalam bidang pemasaran motivasi pembelian adalah pertimbangan-pertimbangan dan pengaruh yang mendorong orang untuk melakukan pembelian.motivasi pembelian terbagi menjadi motivasi rasional dan emosional.Motivasi rasional adalah pembelian yang didasarkan kepada kenyataan-kenyataan yang ditunjukan oleh produk kepada konsumen dan merupakan atribut produk yang fungsional serta objektif keadaanya misalnya kualitas produk, harga produk, ketersediaan barang, efisiensi kegunaan barang tersebut dapat diterima.Sedangkan motivasi emosional adalah dalam pembelian berkaitan dengan perasaan, kesenanagn yang dapat ditangkap oleh pancaindra misalnya dengan memilki suatu barang tertentu dapat meningkatkan status sosial.Peranan merek untuk menjadikan pembeli menunjukan status ekonominya dan pada umumnya bersifat subjektif dan simbolik.pada saat seseorang akan mengambil keputusan untuk membeli suatu produk tentunya akan dipengaruhi oleh kedua jenis motivasi tersebut.

2.1.2     Teori Konsumen

              Menurut Kotler (2005) ada 6 macam teori motivasi yaitu:
1. Teori Isi ( Content Theory)
    Teori ini berkaitan dengan beberapa nama, seperti moslow, Mcgregor,Herszberg,Atkinson.teori ini menekankan arti pentingnya pemahaman faktor yang ada didalam konsumen yang menimbulkan tingkah laku tertentu.kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam menerapkan teori ini adalah:
a. Kebutuhan konsumen sangat bervariasi
b. Perwujudan kebutuhan adalah tindakan juga sangat bervariasi antara satu konsumen dengan konsumen   yang lainya.
c. Para konsumen tidak selalu konsisten dengan tindakanya, karena dorongan suatu kebutuhan.

2. Teori Proses (Process Theory)
    Teori ini menekankan bagaimana dengan tujuan apa setisp konsumen hanyalah sebagai salah satu elemen dalam suatu proses,, tentang bagaimana konsumen ini bertingkah laku.dasar dari teori ini adalah mengenai motivasi adanya pengharapan, yaitu apa yang dipercaya oleh konsumen dan apa yang diperoleh dari pelakunya.
3.Teori Penguatan (reinforcement Theory)
   Teori menjelaskan bagaimana konsekuensi perilaku dimasa yang lalu mempengaruhi tindakan dimasa yang akan datang dalam siklius periode belajar.menurut teori ini konsumen bertingkah laku tertentu karena telah belajar.bahwa perilaku tertentu akan menghasilkan hasil yang tidak meyenangkan dan konsumen akan menguasai perilaku yang akan menguasai konsekuiensi yang menyenanagkan.
4. Teori Motivasi Freud
    Teori menjelaskan hal terbesar yang membentuk perilaku konsumen adalah segi psikologinya.yang dimaksud adalah konsumen yang tidak mengerti akan motivasinya sendiri dalam melakukan suatu pembelian.ketika konsumen melakukan penilaian tingkat mengenai restoran-restoran yang ada didaerahnya, faktor-faktor lokasi harga, suasana, rasa, keanekaragama menu akan mempengaruhi emosi konsumen dimana hal ini mendukung terjadinya proses pembelian.
5. Teori Motivasi Herzberg
    Teori ini menjelaskan dua faktor teori motivasi yaitu teori motivasi yang terdiri dari faktor yang memuaskan konsumen dan teori yang terdiri dari faktor yang berakibat ketidakpuasan konsumen.
6. Teori Motivasi Abraham Maslow
    Teori maslow dianggap juga sebagai teori hirarki disebutkan darimana kebutuhan manusia dapat disususn secara hierarki.kebutuhan paling atas menjadi motivator utama jika kebutuhan tingkat bawah semua sudah terpenuhi.
     Dari teori hierarki kebutughan tersebut, oleh maslow dikembangkan atas dasar tiga asumsi pokok, yaitu:
a. Manusia adalah makhluk yang selalu berkeinginan dan keinginanya tidak selalu terpenuhi.
b. Kebutuhan yang sudah terpenuhi, tidak akan menjadi pendorong lagi.
c. Kebutuhan manusia tersususn menurut hierarki tingkat pentingnya kebutuhan.

2.1.2.1   Hubungan Motivasi Konsumen dengan Keputusan Pembelian
          
              Motivasi yang ada pada seseorang akan mewujudkan suatu tingkah laku yang diarahkan pada tujuan mencapai sasaran kepuasan.jadi motivasi bukanlah sesuatu yang dapat diamati, tetapi adalah hal yang dapat disimpulkan.tiap kegiatan yang dilakukan oleh seseorang itu didorong oleh sesuatu kekuatan dalam diri orang tersebut, kekuatan pendorong inilah yang kita sebut motivasi.
              Menurut Schiffman dan Kanuk (2000) " Motivation can be described as the driving force wthin individualis that impels them to action".artinya motivasi adalah kekuatan pendorong dalam diri seseorang yang memaksanya untuk melakukan suatu tindakan.
              Dalam motivasi terdapat hubungan saling berkaitan dengan faktor-faktor kebudayaan, sosial, dan pribadi.faktor-faktor tersebut membangun atau mempengaruhi motivasi pembeli untuk melakukan suatu tindakan.motivasi seseorang sangat berhubungan erat dengan perilakunya yang dipengaruhi oleh faktor-faktor kebudayaan, sosial, dan pribadi.selanjutnya faktor-faktorvtersebut beperan sangat besar pula dalam melatarbelakangi dan menetukan motivasi untuk melakukan keputusan pembelian.

2.1.2.2   Persepsi Kualitas

              Disamping motivasi mendasari seseorang untuk melakukan keputusan pembelian akan dipengaruhi juga oleh persepsinya terhadap apa yang diinginkan.persepsi terhadap kualitas sapat didefinisikan sebagai persepsi pelanggan terhadap keseluruhan kualitas dapatdidefinisikan sebagai persepsi pelanggan terhadap keseluruhan kualitas atau keunggulan dari sesuatu produk atau jasa layanan yang berkaitan dengan apa yang diharapkan oleh pelanggan.
              Persepsi kualitas meliputi segala sesuatu yang berkaitan dengan bagaimana suatu merek dipersepsikan sehingga dengan diketahuinya persepsi pelanggan terhadap kualitas dari merek yang dimilki maka perusahaan dapat menentukan langkah-langkah apa yang dapat diambil guna memperkuat persepsi pelanggan terhadap merek yang dimilki oleh perusahaan tersebut.persepsi kalitas dipengaruhi oleh dua dimensi, yaitu dalam bentukm kualitas produk dan kualitas jasa.persepsi terhadap kualitas yang positif dapat dibangun melalui upaya identifikasi dimensi kualitas yang dianggap penting oleh pelanggan, dan membangun persepsi terhadap kualitas pada dimensi penting merek tersebut, jika suatu produk mempunyai persepsi kualitas yang jelek maka akan berpengaruh terhadap merek dari produk tersebut juga akan menjadi jelek.ini berarti bahwa semakin tinggi yang dirasakan oleh konsumen, maka akan semakin tinggi pula kesediaan konsumen tersebut untuk akhirnya membeli.Untuk kelas produk tertentu dimensi penting dapat dilihat langsung oleh pelanggan melalui penilaian kualitas secara keseluruhan misalnya banyaknya busa yang dihasilkan sabun mandi menandakan kemampuan membersihkan anggota badan yang efektif.disamping itu juga persepsi kualitas mempunyai atribut penting yang dapat diaplikasikan dalam berbagai hal. seperti :
a. Kulaitas aktual dan objektif
Perluasan ke suatu bagian dari produk atau jasa memberikan pelayanan yang lebih baik.
b. Kualitas isi produk
Karakteristik dan kuantitas unsur, bagian atau pelayanan yang disertakan.
c. Kualitas proses manufaktur
Kesesuaian dengan spesifikasi hasil akhir yang tanpa cacat.
            Sedemikian pentingnya peran persepsi terhadap kualitas bagi suatu merek sehingga upaya membangun perceived quality yang kuat perli memperoleh perhatian serius agar perusahaan dapat merebut dan menaklukan pasar disetiap kategori.membangun persepsi terhadap kualitas harus diikuti dengan peningkatan kualitas yang nyata dari prodiksinya karena akan sis-sia meyakinkan pelanggan bahwa kualitas merek produknya adalah tinggi bilamana kenyataan menunjukan kebalikanya.berikut dalah berbagai hal yang perlu diperhatikan dalam membangun persepsi terhadap kualitas.
a. Komitmen terhadap kualitas
b. Budaya kualitas
c. Informasi masukan dari pelanggan
d. Sasaran standar yang jelas
e. Kembangkan karyawan yang berinisiatif.

sebuah perusahaan hendaknya ikut meperhatikan bagaimana konsumen mempersepsikan atas produk-produk yang dikeluarkan karena dengan diketahuinya persepsi tersebut maka badan usaha dapat menentukan langkah-langkah yang dapat diambil untuk memeperkuat persepsi pelangganya terhadap merek yang dimilki badan usaha tersebut.
Konsumen akan menampakan perilakunya setelah melakukan persepsi terhadap keputusan apa yang akan diambil dalam membeli suatu produk.kurang lebihnya bahwa persepsi merupakan suatu proses yang membuat seseorang untuk memilih, mengorganisasikan dan menginterprestasikan rangsangan-rangsangan yang diterima menjadi suatu gambaran yang berarti dan lengkap tentang dunianya.
Dalam persepsi banyak menggunakan panca indera untuk menangkap rangsangan dari objek-objek yang ada disekitar lingkungan.suatu stimulus, sebagai masukan untuk panca indera atau sensory reception.fungsi dari sensory receptor adalah untuk melihat, mendengarkan mencium aroma merasakan dan menyentuh.selama ini teori persepsi manusia didominasi oleh dua asumsi yang diajukan yakni:
a. Proses pembentukan kesan dianggap  bersifat mekanis dan cenderung mencerminkan sifat manusia yang memberi stimulus.
b. Proses tersebut di bawah dominasi perasaan atau evaluasi dan bukan oleh pikiran atau kognisi.

Persepsi tidak hanya tergantung pada sifat-sifat rangsangan fisik, tapi juga pada pengalaman dan sikap sekarang dari individu.pengalaman dapat diperoleh dari semua perbuatanya dimasa lampau atau dapat pula dipelajari, sebab dengan nelajar seseorang akan dapat memperoleh pengalaman.hasil dari pengalaman yang berbeda beda akan membentuk suatu pandangan yang berbeda sehingga menciptakan proses pengamatan dalam perilaku pembelian yang berbeda pula.
Makin sedikit pengalaman dalam perilaku pembelian makin terbatas pula luasan interprestasinya bahwa persepsi terhadap suatu produk melalui proses itu sendiri terkait dengan komponenya serta komunikasi yang ditunjukan untuk mempengaruhi perilaku konsumen yang mencerminkan produk melalui latar kata-kata, gambar, dan simbolis melalui stimulus lain yang diasosiasikan dengan produk.


2.1.3            Proses Pembentukan Persepsi

                    Proses pembentukan persepsi diawali dari penerimaan sensation, absolute, threshold, dan differential threshold.Sensational merupakan rangsangan langsung dari organ-organ yang mempunyai sensor untuk menanggapi rangsangan rangsangan sederhana tersebut.Absolute Thershold merupakan tingkatan yang paling rendah diamana seseorang dapat mengalami sensai tersebut.Differential thershold merupakan perbedaan kecil yang dapat dideteksi oleh dua rangsangan yang sanagt mirip.

2.3.1.1        Hubungan persepsi kualitas dengan keputusan Pembelian

                   Persepsi terhadap kualitas keseluruhan dari suatu produk atau jasa dapat menentukan nilai dari produk atau jasa tersebut dan berpengaruh secara langsung kepada keputusan pembelian konsumen dan loyalitas mereka terhadap merek.persepsi kualitas yang baik akan mendorong keputusan pembelian dan menciptakan loyalitas terhadap produk tersebut.selanjutnya mengingat persepsi konsumen dapat diramalkan maka jika persepsi kualitasnya negatif, produk tidak akan disukai dan tidak akan bertahan lama dipasar.sebalkinya jika percaya kualitas pelanggan positif maka produk akan disukai.Persepsi merupakan realitas yang dinyatakan oleh konsumen dalam membuat keputusan.
                   Lebih lanjut dalam penelitianya, Vranesevic (2003) memasukan salah satu variabel yaitu persepsi terhadap kualitas dalam proses pembelian dimanaalternatif yang ada dimana konsumen akan pertama kali mempersepsikan merek sebagai tanda kualitasnya.hasil akhir penelitianya menunjukan hal yang sama bahwa persepsi atas kualitas menjadi faktor dominan dalam pemilihan merek impilkasinya ditunjukan dalam fakta dimana terjadi probabilitas penungkatan melalui tingkat pembelian serta kekuatan didalam persaingan.

2.1.4         Sikap Konsumen

                 Selain persepsi akan muncul pula sikap seseorang dalam menilai suatu objek yang akan diminati dan untuk dimiliki.sikap sebagai suatu evaluasi yang menyeluruh dan memungkinkan seseorang untuk mresepon dengan cara yang menguntungkan atau tidak terhadap objek yang dimulai.sikap adalah pernyataan-pernyataan atau penilaian evaluatif berkaitan dengan objek, orang atau suatu peristiwa.sikap adalah evaluasi umum yang dibuat manusia terhadap dirinya sendiri, orang lain, objek atau isu.definisi diatas mengandung makna bahwa sikap adalah mempelajari kecendrungan memberikan tanggapan terhadap suatu objek baik disengani ataupun tidak disenangi secdara konsisten.


2.1.4.1      Komponen sikap

                 Struktur sikap terdiri atas 3 komponen yang saling menunjang yaitu:
1. Komponen kognitif merupakan representasi apa yang dipercayai oleh individu pemilik sikap.
2. Komponen Afektif merupakan perasaan yang menyangkut aspek emosional aspek emosional inilah yang biasanya berakhir paling dalam sebagai komponen sikap dan merupakan aspek yang paling bertahan terhadap pengaruh-pengaruh.
3. Komponen Konatif merupakan aspek kecendrungan berperilaku tertentu sesuai dengan sikap yang dimilki seseorang.

2.1.4.2     Ciri-ciri Sikap

                Ciri-ciri sikap adalah:
1.Sikap bukan dibawa sejak lahir melainkan dibentuk atau dipelajari sepanjang perkembangan itu dalam hubungan dengan objeknya.
2.Sikap dapat berubah-ubah karena itu sikap dapat dipelajari dan sikap dapat berubah pada orang-orang apabila terdapat keadaan-keadaan dan syarat-syarat tertentu yang mempengaruhi sikap pada orang itu.
3.Sikap tidak berdiri sendiri, tetapi senantiasa mempunyai hubungan tertentu terhadap suatu objek.
4.Objek sikap itu merupakan suatu hal tertentu tetapi dapat juga mrupakan kumpulan dari hal-hal tersebut.
5.Sikap mempunyai segi-segi motivasi dan segi=segi perasaan, sifat alamiah yang membedakan sikap dan kecakapan pengetahuan yang dimiki seseorang.

2.1.4.3    Fungsi Sikap

               Sikap mempunyai empat fungsi :
1. Fungsi Penyesuaian
Fungsi ini mengarahkan manusia menuju objek yang menyenangkan atau menjauhi objek yang tidak menyenangkan.
2. Fungsi Pertahanan Diri
Sikap dibentuk melindungi ego atau citra diri terhadap ancaman serta membantu untuk memenuhi suatu fungsi dalam mempertahankan diri.
3. Fungsi Ekspresi Nilai
Sikap ini mengekspresikan nilai-nilai tertentu dalam suatu usaha untuk menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam sesuatu yang lebih nyata dan lebih mudah ditampakan.
4. Fungsi Pengetahuan
Manusia membutuhkan suatu dunia yang mempengaruhi susunan teratur rapi, oleh karena itu mereka mencari konsistensi, stabilitas, definisi dan pemahaman dari suatu kebutuhan yang selanjutnya berkembanglah sikap ke arah pencarian pengetahuan.

2.1.4.4    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Sikap

               Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap keluarga terhadap objek sikap adalah:
1. Pengalaman Pribadi
Untuk dapat menjadi dasar pembentukan sikap, pengalaman pribadi haruslah meninggalkan kesan yang kuat.
2. Pengaruh orang lain yang dianggap penting
Pada umumnya individu cenderung untuk memiliki sikap yang konformis atau searah dengan sikap orang yang dianggap penting.
3. Pengaruh Kebudayaan
Tanpa disadari kebudayaan telah menanamkan garis pengarah sikap kita terhadap berbagai masalah.
4. Media Masa
Dalam pemberitaan surat kabar maupun radio atau media komunikasi lainya, berita yang seharusnya faktual disampaikan secara objektif  cenderung dipengaruhi oleh sikap penulisnya.
5. Lembaga Pendidikan dan Lembaga Agama
Konsep moral dan ajaran dari lembaga pendidikan dan lembaga agam sangat menentukan sistem kepercayaan tidaklah mengherankan jika kalau pada giliranya konsep tersebut mempengaruhi sikap.
6. Faktor Emosional
Kadang kal, suatu bentuk sikap merupakan pernyataan yang didasari emosi yang berfungsi sebagai semacam penyaluran frustasi atau pengalihan bentuk mekanisme pertahana ego.

2.1.4.5    Model Sikap

               a.Model Tiga Komponen
sikap terdiri atas tiga komponen : kognitif, afektif dan konatif.
               b.Model Sikap Multiatribut Fishbein
Dalam model menjelaskan bahwa sikap konsumen terhadap suatu objek sikap sangat ditentukan oleh sikap kpnsumen terhadap atribut-atribut yang dievaluasi.
Model sikap terhadap objek secara khusus cocok untuk pengukuran sikap terhadap suatu produk atau merek tertentu menurut model ini sikap konsumen didefinisikan sebagai suatu fungsi dari penampilan dan evaluasi terhadap sejumlah keyakinan.Para konsumen akan memilki sikap yang baik terhadap suatu produk atau merek tertentu, jika menilai tingkatan atribut yang dimilkinya positif dan cukup memuaskan dan sebaliknya akan memilki sikap yang tidak baik terhadap produk atau merek tertentu, jika mereka merasakan bahwa atribut-atribut yang diinginkan tidak memuaskan atau terlalu banyak atribut yang negatif.

2.1.4.6    Hubungan Sikap Konsumen dengan Keputusan Pembelian

               Didalam Sikap ada tiga komponen yaitu:
1.Cognitive Component kepercayaan konsumen dan pengetahuan tentang objek yang dimaksud objek adalah atribut produk, semakin positif kepercayaan terhadap suatu merek suatu produk maka keseluruhan komponen kognirif akan mendukung sikap secara keseluruhan.
2.Affective Component emosional yang merefleksikan perasaan seseorang terhadap suatu objek, apakah objek tersebut diinginkan atau disukai.
3.Behavioral Component, merefleksikan kecendrungan dan perilaku aktual terhadap suatu objek yang mana komponen ini menunjukan kecendrungan melakukan suatu tindakan.

ada dua faktor yang mempengaruhi maksud pembelian dan keputusan pembelian.faktor pertama adalah sikap orang lain, sejauh mana sikap orang lain akan mengurangi alternatif pilihan seseorang akan tergantung pada dua hal: yaitu intensitas sikap negatif orang lain tersebut terhadap alternatif pilihan konsumen dan motivasi konsumen untuk menuruti keinginan orang lain tersebut.sikap konsumen berpengaruh terhadap keputusan pembelian sepeda motor honda di kota Semarang.

2.1.5      Keputusan Pembelian

              Proses pengambilan keputusan pada dasarnya adalah sama, hanya saja semua proses tersebut tidak sama dilaksanakan oleh para konsumen.berdasarkan tujuan pembelian konsumen dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok yaitu konsumen akhir atau individual dan konsumen organisasional atau konsumen industrtial.konsumen akhir terdiri atas individu dan rumah tangga uang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau untuk dikonsumsi.sedangkan konsumen organisasional terdiri atas organisasi, pemakai industri, pedagang dan lembaga non-profit, tujuan pembelianya adalah untuk keperluan bisnis atau meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
              Proses pengambilan keputusan terdiri dari lima tahap yaitu pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, paska pembelian.keputusan pembelian menunjuk arti keputusan pembelian menunjuk arti kesimpulan terbaik konsumen untuk melakukan pembelian.konsumen melakukan kegiatan-kegiatan dalam mencapai kesimpulanya.kualitas setiap kegiatan membentuk totalitas kesimpulan terbaik sesuai kebutuhan dan keinginanya, keadaanya terbaik penting didorong berbagai upaya organisasi sebagai keadaan dasar yang melandasi.

2.1.5.1   Konsep Keputusan Pembelian

              Pelanggan dalam memutuskan pembelian suatu produk ada dua kepentingan utama yang diperhatikanya yaitu:
1. Kepentingan pada ketersediaan dan kegunaan suatu produk.konsumen akan memutuskan untuk membeli suatu produk, jika produk yang ditawarkan tersebut dan bermanfaat baginya.
2. Keputusan pada hubungan dari produk atau jasa, konsumen akan memutuskan untuk membeli suatu produk jika produk tersebut mempunyai hubungan dengan yang diinginkan konsumen.

Keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen melalui beberapa tahap yaitu : tahap pengenalan kebutuhan, tahap pencarian informasi, tahap evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan tahap terakhir tahap perilaku setelah pembelian.

2.1.5.2   Peranan-peranan dalam Proses Pengambilan Keputusan Pembelian

               Dalam keputusan membeli barang konsumen seringkali ada lebih dari dua pihak yeng terlibat dalam proses pertukaran atau pembeliannya.Umumnya ada lima macam peranan yang dapat dilakukan seseorang.ada kalanya kelima peran ini dipegang oleh satu orang.pemahaman mengenai masing-masing peranan ini sangat berguna dalam rangka memuaskan kebutuhan kebutuhan konsumen dan keinginan konsumen.kelima peran tersebut meliputi, pemrakarsa, pemberi pengaruh, pengambilan keputusan, pembeli dan pemakai.


2.2        Penelitian Terdahulu

             Beberapa penelitian tedahulu yang menjadi rujukan penelitian ini antara lain penelitian Vranesevic (2003) yang menganalisis pengaruh merek suatu produk di dalam penjualan yang memfokuskan pada produk-produk makanan.penelitian ini memasukan tiga unsur variabel bebas sebagai pendukung penelitian yaitu: karakteristik fisik, persepsi terhadap kualitas, dan merek pioneer.berdasarkan metode analisis yang dipakai, didapat hasil akhir penelitian ini yang menyimpilkan bahwa konsumen tidak secara khusus menilai produk didasrkan melalui karakter fisiknya dalam proses pengambilan keputusan pembelian memilih alternatif.konsumen akan pertama kali mempersepsikan merek berdasarkan kalitas yang ada atau disini disimpulkan persepsi terhadap kualitas menjadi faktor yang sangat berpengaruh dipenelitian ini.
             Dewi Urip Wahyuni (2008) yang menganalisis pengaruh motivasi persepsi dan sikap konsumen terhdap keputusan pembelian sepeda motor Honda di kawasan Surabaya Barat.Berdasarkan metode analisis yang dipakai bahwa ternyata secara bersama-sama variabel motivasi, persepsi dan sikap konsumen berpengaruh secara bersama-sama variabel motivasi, persepsi dan sikap konsumen berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian hal ini ditandai oleh adanya T hitung lebuh besar 730,302>2,427 Sig.=0,000 lebih kecil dari dengan a=0,05 seperti yang dikatakan oleh Kotler dan Amstrong (2003) unsur yang terdapat pada pribadi konsumen memberi rangsangan untuk melakukan keputusan pembelian, unsur yang dimaksud adalah dorongan, persepsi, dan sikap terhadap kebutuhan yang harus dipenuhi pengaruh secara bersama-sama ini diperkuat dengan pengaruh secara parsial melalui uji t yang mana masing-masing t dari variabel bebas lebih besar dari t dengan rincian sevagai berikut t motivasi=2,072, persepsi=2,159 dan persepsi=2,153 lebih besar dari=1,975.erdasarkan analisis data, maka terjawab bahwa hipotesis yang mengatakan motivasi, persepsi, dan sikap konsumen berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada sepeda motor merek Honda di Kawasan Surabaya Barat terbukti kebenaranya.
            Benzazhar Bella (2009) yang menganalisis tentang pengaruh program promosi, persepsi merek, motivasi, dan sikap konsumen terhadap proses pengambilan keputusan pembelian sepeda motor Suzuki di Kota Semarang pada 100 responden di kota Semarang.berdasarkan metode analisis yang dipakai, diketahui hasil akhir penelitian ini yang menyimpilkan bahwa program motivasi konsumen meilki pengaruh yang signifikan terhdap proses pengambilan keputusan pembelian.sedangkan program promosi, persepsi merek, sikap konsumen tidak memilki pengaruh yang signifikan terhadap proses pengambilan keputusan pembelian.

2.3        Hipotesis

             Hipotesis merupakan suatu proporsi atau anggapan yang mungkin besar dan sering digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan dan pemecahan masalah ataupun untuk dasar penelirian lebih lanjut.Hipotesis dalam penelitian ini dapat diurutkan sebagai berikut:


a) Hipotesis 1
Motivasi konsumen berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda di Kota Semarang
b) Hipotesis 2
Persepsi kualitas berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda di Kota Semarang
c) Hipotesis 3
Sikap konsumen berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian sepeda motor Honda di Kota Semarang.

Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

            Berikut ini diperlukan mengenai variabel penelitian dan definisi operasional atas variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini.
Variabel Penelitian
Motivasi Konsumen adalah keadaan di dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan guna mendapatkan suatu tujuan dengan indikator : kualitas produk, kenyamanan berkendara, Harga jual yang menjanjikan, harga produk, jumlah dan kualitas bengkel resmi (Sigit 2002:Wahyuni 2008).
Persepsi Konsumen adalah persepsi pelanggan terhadap keseluruhan dari suatu produk atau jasa layanan yang berkaitan dengan apa yang diharapkan oleh pelanggan dengan indikator: karakteristik tambahan untuk menjadi pembeda, jarang terjadi kerusakan, suku cadang berkualitas, daya tahan mesin yang baik, kestabilan mesin (Garvin 1998 dalam Lindawati 2005 : Wahyuni, 2008).
Sikap Konsumen adalah Kecendrungan memberikan tanggapan terhadap suatu objek baik disenangi ataupun tidak disenangi secara konsisten dengan indikator : Model produk, kombinasi warna, Srtipiing stiker, konsumsi bahan bakar yang irit dan jenis atau variasi produk (Muchsin, et all, 2002: Wahyuni 2002)
Keputusan Pembelian adalah Suatu produk pengambilan keputusan dalam membeli suatu produk yang dimulai dari pengenalan masalah, pencarian informasi, penilaian alternatif, membuat keputusan pembelian dan akhirnya didapatkan perilaku setelah membeli yaitu puas atau tidak puas atas suatu produk yang dibelinya dengan indikator :Tidak ada pemilihan merek lain, hampir semua orang membeli sepeda motor honda, informasi tentang kualitas, kemudahan mendapatkan suku cadang, ketertarikan untuk membeli ulang (Wahyuni 2008).
3.2       Penentuan Populasi dan Sampel

3.2.1    Populasi

            Menurut Sugiyono (2004) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulanya.berdasarkan kualitas dan ciri tersebut populasi dapat dipahami sebagai sekelompok individu atau objek pengamatan yang minimal memilki satu persamaan karakteristik.populasi dalam penelitian ini adalah konsumen sepeda motor Honda di Semarang.
3.2.2    Sampel

            Sampel adakah sebagian dari poluasi yang mempunyai karakteristik yang relatif sama dan dianggap dapat mewakili populasi.Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam pnelitian ini adalah melalui pendekatan non probability sampling yaitu peneliti memilih sampel pirposif secara subjektif dan dalam pnelitian sampel digunakan pertimbangan tertentu yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian yang dikembangkan.peneliti memilih metode sampling ini karena telah memahami informasi yang dibutuhkan dapat diperoleh dari satu kelompok sasaran tertentu yang mampu memberikan informasi yang dikehendaki.karena mereka memiliki informasi seperti yang diharapkan dan mereka memenuhi syarat dan kriteria yang ditentukan oleh peneliti.Syarat sampel pada penelitian ini adalah sampel berdomisili atau warga kota Semarang.kriteria sampel pada sampel penelitian ini adalah konsumen yang memenuhi satu dari lima kriteria : pemrakarsa, pemberi pengaruh, pengambilan keputusan, pembeli, pemakai sepeda motor honda.Sampel yang diambil adalah yang peneliti temui di lapangan tanpa ada perencenaan terlebih dahulu.
           Penentuan jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan beberapa metode antara lain dengan menggunakan rumus sebagai berikut (Widiyanto, 2008)
apabila populasi berukuran besar dan jumlahnya tidak diketahui maka diguanakan rumus :
n=Z pangkat dua per 4 (Moe) pangkat 2
n= 1.98 pangkat 2 per 4 (0,1) pangkat 2
=98,01=98 (atau dibulatkan 100)
Dimana:
n        : Jumlah Sampel
z        : Tingkat keyakinan yang dibutuhkan dalam penentuan sampel 95% Pada penentuan ini Z pada a=0,5 adalah 1,98
Moe  : Margin of Error, yaitu tingkat kesalahan maksimal yang dapat ditoleransi ditentukan sebesar 10%.
           Dari hasil perhitungan sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden.
3.3     Jenis dan Sumber Data
          Jenis dan Sumber data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah: 
1. Data Primer
Merupakan data yang diperoleh secara langsung dari sumbernya, yakni data uang diperoleh dari responden melalui kuesioner yang diisi oleh responden secara langsung.Dalam penelitian ini, menggunakan data primer dari konsumen yang memenuhi satu dari lima kriteria : Pemrakarsa, pemberi, pemakai sepeda motor Honda yang berdomisili atau warga Kota Semarang.Alasan dipilh sampel di Kota Semarang karena kota Semarang memiliki dua piluh Dealer resmi Honda yang tersebar diseluruh wilayah Kota Semarang sehingga mengindikasikan bahwa penjualan sepeda Motor Hpnda di Kota Semarang tergolong besar.
2. Data Sekunder
Merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung dari sumbernya, akan tetapi data dari hasil olahan pengambilan data primer.data sekunder dalam penelitian ini antara lain dari media cetak dan media elektronik.
3.4     Metode Pengumpulan Data

3.4.1  Kuesioner

          Data yang diperoleh dalam penelitian ini didapatkan langsung dari pengisian kuesioner (angket) yang ditujukan kepada responden tentang anggapan atau pandangan terhadap program motivasi konsumen, persepsi kualitas, sikap konsumen, dan keputusan pembelian produk sepeda motor Honda.pengumpulan data dengan menggunakan kombinasi pertanyaan tertutup dan pertanyaan terbuka, yang diberikan kepada responden secara langsung sehingga didapatkan keobjektifan data yang tepat.data yang dihasilkan meliputi identitas responden serta tanggapan konsumen terhadap sepeda motor honda.
         Pertanyaan pada angket tertutup dibuat dengan skala Likert 1-5 dengan menggunakan pertanyaan berskala.skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial.dalam hal ini telah ditetapkan secara spesifikasi oleh peneliti, yang selanjtunya disebut sebagai variabel penelitian.jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif samapi sangat negatif.dan untuk keperluan analisis kuantitatif, maka jawaban itu dapat diberi skor yang ditunjukan dibawah ini:
Pilihan Jawaban              Skor
Sangat Setuju                    5
Setuju                               4
Netral                               3
Tidak Setuju                     2
Sangat Tidak Setuju          1
3.4.2   Wawancara
            Selain kuesioner, juga digunakan teknik wawancara untuk mendukung akurasi dan kelengkapan kuesioner tersebut.wawancara juga digunakan untuk memperluas pandangan peneliti tentang data-data lain yangtidak terformulasi dalam kuesioner.namun, akan memiliki implikasi strategis bagi perusahaan, sehingga layak untuk dilakukan peneliyian lebih lanjt.selain itu wawancara juga digunakan untuk melengkapi data yang terkumpul melalui kuesioner.
3.5     Metode Analisis Data

3.5.1  Analisis Data Kualitatif
          Analisis kualitatif berguna menyimpulkan hasil yang diperoleh dari analisis kuantitatif.analisis kualitatif adalah analisis data berdasarkan hasil yang dinyatakan dalam bentuk uraian.data kualitatif merupakan data berupa informasi uraian dalam bentuk bhasa prosa, kemudian dikaitkan dengan data-data lainya untuk mendapatkan kejelasan terhadap suatu kebenaran sehingga memperoleh gambaran baru atau memperkuat suatu gambaran yang sudah ada sebelumnya.
3.5.2  Analisis Data Kuantitatif
          Analisis data kuantitatif adalah suatu pengukuran yang digunakan dalam suatu penelitian yang dapat dihitung dengan jumlah satuan tertentu atau dinyatakan dalam angka-angka.analisis ini meliputu pengolahan data, pengorganisasian data, dan penemuan hasil.
3.5.2.1 Uji Validitas

           Uji signikasikasi dilakukan dengan membandingkan nilai r ( nilai Corrected Item-Total Correlation pada Output Croanbach Alpha) dengan nilai r untuk degree of freedom (df)=n-k, dalam hal ini merupakan jumlah sampel dan k merupakan jumlah variabel independen.pada penelitian ini jumlah sampel (n)=100 dan besarnya df dapat dihitung 100-3=97, dengan df=97 dan alpha=0,05 didapat dengan uji dua sisi=0,198.jika r lebih besar dari r tabel dan bernilai positif, maka butir pertanyaanya atau indikator tersebut dinyatakan valid (Ghozali, 2006) dengan jumlah sampel (n) adalah 100 dan tingkat signifikan 0,05 maka r tabel pada penelitian ini adalah:
r(0,05 : 100-3=97)=0,198.
Bila : r hitung > r tabel berarti pernyataan tersebut dinyatakan valid.
        r hitung < r tabel berarti pernyataan tersebut dinyatakan tidak valid.
3.5.2.2 Uji Realiabilitas
            Uji realibilitas bertujuan untuk mengukur konsistensi konstruk atau indikator (variabel) penelitian.Suatu kuesioner dikatakan realibel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.untuk menguji keandalan kuesioner yang digunakan maka dilakukan analisis realibilitas berdasarkan koefisien Alpha Cronback.Koefisien Alpha Cronbach menafsirkan korelasi antara skal yang dibuat dengan semua skala indikator yang ada dengan keyakinan tingkat kendala.Indikator yang dapat diterima apabila koefisien alpha diatas 0,060.suatu kontruk atau variabel dikatakan realibel jika memberikan nilai Croanbach Alpha>0,60.

3.5.2.3 Uji Normalitas

            Uji normalitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atai tidak.seperti diketahui bahwa uji t dan f mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal.kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil.untuk menguji apakah distribusi variabel pengganggu atau residual normal ataukah tidak, maka dapat dilakukan analisis grafik atau melihat normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari data sesungguhnya dengan distribusi kumulatif dari distribusi normal. (Ghazali, 2006)
Sedangkan dasar pengambilan keputusan untuk uji normalitas data adalah (Ghozali, 2006):
a. Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histrogamnya, menunjukan distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.
b.Jika data menyebar jauh dari diagonal dan tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histrogram, tidak menunjukan distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

3.5.2.4   Analisis Regresi Berganda

           Secara umum analisis ini digunakan untuk meneliti pengaruh dari beberapa variabel independen (variabel x) terhadap variabel dependen (variabel y) pada regresi berganda variabel independen (variabel x) yang diperhitungkan pengaruhnya terhadap variabel dependen (variabel y), jumlahnya lebih dari satu.dalam penelitian ini, variabel independen adalah motivasi konsumen (x1), persepsi kualitas (x2), sikap konsimen (x3) sedangkan variabel dependen adalah keputusan pembelian (y) sehingga persamaan regresi bergandanya adalah:

Y=a+b1X1+b2X2+b3X3+e

Dimana:

Y                : Keputusan Pembelian
a                 : Konstanta
b1, b2,b3    : Koefisien masing-masing faktor
X1              : Motivasi Konsumen
X2              : Persepsi Kualitas
X3              : Sikap Konsumen
e                 : Standar error

3.5.2.5   Uji Goodness of Fit

           Ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual dapat dinilai dengan Goodness of Fitnya.secara statistik setidaknya ini dapat diukur dari nilai koefisien determinasi, nilai statistik F, dan nilai statistik t.perhitunganya statistik disebut signifikan secara statistik apabila nilai statistiknya berada dalam daerah kritis (daerah di mana Ho ditolak)sebaliknya disebut tidak signifikan bila nilai uji statistiknya berada dalam daerah dimana Ho diterima (Ghozali, 2006).

3.5.2.6 Uji F (Uji Simultan)

            Uji F bertujuan menunjukan apakah semua variabel independen yang dimasukan ke dalam model secara simultan atau bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen (Ghozali, 2006).

a) Membuat hipotesis untuk kasus pengujian F-test diats yaitu:

  • Ho : b1,b2,b3=0
          Artinya, tidak ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen yaitu motivasi konsumen (X1) persepsi kualitas (X2), dan sikap konsumen (X3) secara simultan terhadap variabel dependen yaitu keputusan pembelian (Y).
  • Ha : b1,b2,b3>0
          Artinya, ada pengaruh yang signifikan dari variabel independen yaitu motivasi konsumen (X1), persepsi kualitas (X2). dan sikap konsumen (X3) secara simultan terhadap variabel dependen yaitu keputusan pembelian (Y).
b). Menentukan F tabel dan F hitung dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% atau taraf signifikan sebesar 5% (a=0,005), maka:
  • Jika F hitung> F tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima, berarti masing-masing variabel independen secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen
  • Jika F hitung<F tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak, berarti masing-masing varibel independen secara bersama sama tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen.
3.5.2.7 Uji t (Uji Parsial)

            Uji t yaitu uji untuk mengetahui signifikasi pengaruh variabel independen secara parsial atau individual terhadap dependen.kriteria yang digunakan adalah:
  • Ho : b1=0
          Artinya, tidak ada pengaruh yang signifikan secara parsial pada masing-masing variabel dependen.
  • Ha : b1>0
          Artinya, ada pengaruh yang signifikan secara parsial pada masing-masing variabel dependen.
Sedangkan kriteria pengujianya adalah sebagai berikut:
a.Tarif Signifikan (a=0,005)
b.Distribusi t dengan derajat kebebasan (n)
c.Apabila t hitung >t tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima
d.Apabila t hitung <t tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak.